Kue Moho, Jajanan Pasar Legendaris yang Kian Langka dan Masih Bertahan di Pasar Tradisional

Kue Moho
Sumber :
  • IG/flow.masakjuga

Semarang, WISATA – Di tengah menjamurnya aneka roti modern, pastry, dan dessert kekinian, masih ada satu jajanan tradisional yang setia menjaga eksistensinya di sudut-sudut pasar tradisional Semarang. Namanya kue moho, kudapan sederhana dengan bentuk menyerupai bolu kukus, namun memiliki tekstur lebih padat dan cita rasa yang khas. Sayangnya, keberadaan kue ini kini semakin langka dan mulai sulit ditemukan, kecuali di beberapa pasar tradisional atau pedagang jajanan tempo dulu.

img_title Kari Peng, Kuliner Legendaris Pontianak yang Ternyata Berasal dari Dialek Tionghoa Teochew

Sekilas, kue moho memiliki tampilan yang unik. Bagian atasnya merekah seperti bunga mekar dengan warna merah muda atau merah cerah, sedangkan bagian bawahnya berwarna putih. Teksturnya lembut tetapi lebih kenyal dibanding bolu kukus karena dibuat dari tepung terigu yang difermentasi menggunakan ragi. Rasanya manis ringan dengan aroma khas hasil proses fermentasi yang menjadi ciri pembeda dari jajanan pasar lainnya.

Tak banyak yang mengetahui bahwa kue moho memiliki sejarah panjang sebagai hasil akulturasi budaya Jawa dan Tionghoa di Semarang. Kue ini diyakini merupakan adaptasi dari Hwat Kwee (Fa Gao), kue tradisional Tionghoa yang biasa disajikan saat Tahun Baru Imlek sebagai simbol keberuntungan, rezeki yang terus berkembang, dan kehidupan yang semakin makmur. Bagian atas kue yang merekah dipercaya melambangkan harapan agar keberuntungan ikut "mekar" dalam kehidupan pemiliknya. Seiring waktu, masyarakat Jawa mengadaptasi resep tersebut hingga lahirlah kue moho yang dikenal saat ini.

img_title 7 Makanan Khas Gorontalo yang Wajib Dicoba, dari Binte Biluhuta hingga Ilabulo Legendaris

Pada era 1980-an hingga awal 2000-an, kue moho masih mudah dijumpai di hampir seluruh pasar tradisional Semarang. Pedagang jajanan pasar menjualnya berdampingan dengan nagasari, bugis, cucur, dan kue mangkok. Kini kondisinya berbeda. Generasi muda cenderung memilih makanan modern sehingga jumlah pembuat kue moho terus berkurang. Akibatnya, kue ini perlahan menjadi kuliner langka yang hanya diproduksi oleh beberapa perajin secara turun-temurun.

Meski mulai sulit ditemukan, berburu kue moho justru menjadi pengalaman wisata kuliner yang menarik ketika berkunjung ke Semarang. Beberapa pasar tradisional masih menjadi tempat terbaik untuk menemukannya pada pagi hari, seperti Pasar Johar Semarang, Pasar Karangayu, Pasar Peterongan, maupun lapak-lapak jajanan tradisional di kawasan Pecinan. Datang lebih pagi menjadi pilihan tepat karena jumlah produksinya biasanya terbatas dan sering habis sebelum siang.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Tepo Tahu: Kuliner Legendaris Ngawi, dengan Kuah Kecap Gurih Manis yang Wajib Dicoba