Menemukan Pesona Kolonial Vigan City Kota Kuno yang Menolak Tua

Calle Crisologo, Vigan, Filipina
Sumber :
  • outoftownblog.com

Vigan City, WISATA – Menjelajahi keunikan Vigan City, kota warisan dunia UNESCO dengan atmosfer kolonial Spanyol abad ke-16, arsitektur megah dan kereta kuda kalesa tradisional.

img_title INFO FILM TV dan OLAHRAGA HARI INI: Ada Henry Golding, Herjunot Ali, Haruka Abe dan Nicky Whelan

Laju modernisasi dunia modern terkadang membuat kita rindu akan suasana masa lalu yang tenang dan sarat sejarah. Bagi Anda yang mendambakan mesin waktu untuk kembali ke masa ratusan tahun silam, kawasan Asia Tenggara menyimpan satu permata tersembunyi yang sangat menakjubkan. Kota tersebut adalah Vigan City, sebuah wilayah pusaka di Filipina yang memegang rekor sebagai kawasan kolonial Spanyol paling terawat di benua Asia hingga saat ini. Ibu kota Provinsi Ilocos Sur tersebut berhasil mempertahankan tata kota kuno mereka sejak pertengahan abad ke-16 dengan sangat anggun.

Jauh sebelum kapal-kapal Eropa bersandar di garis pantainya, kota dagang pesisir ini sebenarnya sudah ramai sebagai pelabuhan internasional yang sangat dinamis. Masyarakat lokal suku Ilocano secara aktif menukarkan komoditas laut, serat abaka, serta emas dengan para pedagang yang datang jauh-jauh dari daratan Tiongkok.

img_title Orang Asing Karya Albert Camus, Novel yang Mengubah Rasa Bersalah Jadi Kebebasan Sejati

Jejak Panjang Sejarah Kota Pusaka

Garis waktu kolonial di pusat perdagangan ini dimulai ketika seorang penjelajah asal Spanyol bernama Juan de Salcedo tiba pada tahun 1572. Kedatangan pasukan Spanyol tersebut seketika mengubah pelabuhan dagang lokal menjadi sebuah pangkalan militer kolonial yang terbatas. Salcedo kemudian mengubah nama pusat komersial ini menjadi Ciudad Fernandina de Vigan untuk menghormati Pangeran Ferdinand dari kerajaan Spanyol, sekaligus sebagai bentuk loyalitas politik demi mengamankan dukungan penuh dari mahkota Eropa.

img_title Pantai Widara Payung Cilacap, Surga Peselancar dengan Cemara Udang dan Kuliner Undur-undur Laut

Pemerintah kolonial yang baru dibentuk mulai merombak total wajah permukiman dengan menerapkan sistem perencanaan kota modern yang dikenal sebagai model gridiron. Tata letak ini dengan sengaja membagi kota menjadi blok-blok persegi panjang yang rapi dan sangat teratur. Setiap blok memiliki fungsi yang berbeda, mulai dari zona perumahan khusus warga hingga pusat logistik perdagangan. Seluruh kerangka jaringan ini dibangun mengelilingi sebuah plaza pusat yang megah, yang berfungsi sebagai inti dari kompleks pemerintahan kolonial saat itu.

Suasana Unik Khas Eropa di Tanah Asia

Halaman Selanjutnya
img_title