Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026, Jadi Ruang Interaksi Antarbudaya, Wisatawan Mancanegara Turut Tampil
- banyuwangikab.go.id
Banyuwangi, WISATA – Ratusan talent tampil memukau di ajang Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 di Banyuwangi, Jawa Timur (18/7/2026).
Di antara ratusan talent itu, terdapat puluhan wisatawan mancanegara turut ambil bagian dalam parade budaya yang tahun ini mengangkat tema "Perang Bayu – The Great War of Blambangan" tersebut.
Mereka berasal dari Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Swedia, Afrika, dan berbagai negara lainnya.
Keikutsertaan wisatawan asing ini, menjadikan BEC tidak lagi sekadar menjadi pertunjukan budaya, namun juga berkembang sebagai ruang interaksi budaya yang melibatkan masyarakat dunia.
Para peserta mancanegara tampil mengenakan kostum etnik yang terinspirasi dari kisah heroik Perang Bayu.
Bersama talent lainnya, mereka berjalan di sepanjang rute karnaval sejauh sekitar 2 kilometer mulai Taman Blambangan hingga di Ahmad Yani tersebut.
Turis mancanegara ini mengaku terkesan dengan kekayaan budaya Banyuwangi.
Mereka menilai setiap kostum memiliki filosofi yang kuat, didukung keramahan masyarakat serta semangat gotong royong yang mereka rasakan sejak persiapan hingga pelaksanaan acara.
Jerome, asal Belgia, mengaku antusias karena kunjungan pertamanya ke Indonesia bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival.
"Saya sangat excited. Ini pertama kali saya ke Indonesia, pertama kali juga ke Banyuwangi dan bertepatan dengan digelarnya event BEC. Saya merasa sangat terhormat bisa menjadi bagian dari agenda akbar masyarakat Banyuwangi ini," ujar Jerome.
Hal serupa juga dirasakan Murad, wisatawan asal Pakistan.
Pemuda berusia 21 tahun itu menyatakan, keterlibatannya sebagai peserta BEC 2026 menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.
Melissa Curtis dari Inggris, juga mengaku kagum setelah mengetahui filosofi yang terkandung dalam kostum yang dikenakannya.
"Amazing experience. Pakaian yang saya kenakan ini ternyata sarat filosofi," imbuh Melissa.
Pagelaran BEC 2026 memang berlangsung meriah.
Ribuan warga memadati sepanjang 2 kilometer rute parade kolosal tersebut, di Taman Blambangan.
Meski parade baru digelar pukul 13.00 WIB, namun sejak pagi hari, sudah banyak warga yang telah berdatangan untuk mendapatkan posisi terbaik menyaksikan event yang memasuki tahun ke-14 tersebut.
Mereka rela berpanas-panasan berjam-jam demi menyaksikan kemegahan parade yang tahun ini mengusung tema "Perang Bayu", kisah heroik perjuangan masyarakat Banyuwangi melawan penjajahan Belanda pada abad ke-18 dan menjadi bagian penting sejarah berdirinya Banyuwangi.
Ratusan talent pun tampil memukau mengenakan kostum etnik spektakuler yang memadukan unsur seni, sejarah, dan budaya Banyuwangi hingga garis finis di Jalan A. Yani.