Tradisi Rasul di Kelurahan Wiladeg, Gunungkidul, Yogyakarta, Simbol Syukur dan Pelestarian Budaya

Tradisi Rasul di Kelurahan Wiladeg, Gunungkidul, Yogyakarta
Sumber :
  • FB: MOVIEBOXX

Gunungkidul, WISATA – Warga Kelurahan Wiladeg, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, kembali menggelar upacara adat tahunan “Rasul” atau Bersih Dusun di Balai Kalurahan Wiladeg (17/7/2026). 

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk pelestarian kearifan lokal yang sakral. 

Acara ini dihadiri Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, serta perwakilan dari Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Provinsi DIY dan Kabupaten Gunungkidul.

Camat Karangmojo, Emmanuel Krisno Juwoto menyatakan, tradisi Rasul ini merupakan momen penting bagi warga untuk bersilaturahmi dan bersatu (manunggal) dalam mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas keselamatan, kesehatan, dan ketenteraman yang telah diberikan kepada seluruh masyarakat Wiladeg. 

Selain ajang silaturahmi, kegiatan ini juga untuk memotivasi warga terus menjaga semangat gotong royong dan pengabdian di desa mereka.

Sementara itu, Bupati Endah Subekti Kuntariningsih memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan ritual ini.

img_title Menemukan Paradoks Cantik Pantai Ngrawe: Eksplorasi Keunikan Pantai Berkonsep Taman Hijau Eropa di Pesisir Gunungkidul

Menurutnya, Rasul adalah wujud ritual sakral sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah. 

Menurutnya, tradisi ini dipandang sebagai simbol keharmonisan hubungan antara manusia, alam, dan Tuhan Yang Maha Esa.

“Kegiatan ini adalah sarana luhur untuk menjaga keseimbangan. Saya sangat mengapresiasi panitia dan para seniman yang telah menyemarakkan acara dengan berbagai pagelaran budaya, mulai dari kirab budaya hingga pementasan wayang,” ungkap Bupati Endah.

Bupati menekankan pentingnya memegang teguh prinsip Bung Karno, yaitu “berkepribadian dalam kebudayaan”. 

Ia berharap kearifan lokal yang ada di Wiladeg dapat menjadi fondasi yang kuat bagi pembangunan daerah, di mana kemajuan tetap berjalan beriringan dengan akar budaya yang lestari.

(Sumber: gunungkidulkab.go.id)