Menengok Wajah Masa Lalu di Aquincum, Jejak Romawi Kuno yang Hidup Kembali di Budapest
- archaeologymag.com/Gábor Lakos
Budapest, WISATA – Menjelajahi pameran 'Once We Were Like You' di Museum Aquincum Budapest, di mana teknologi DNA dan arkeologi menghidupkan kembali wajah-wajah manusia dari 2.000 tahun lalu.
Pernahkah Anda membayangkan bagaimana rasanya bertatap muka langsung dengan seseorang yang hidup dua milenium lalu? Di tepian Sungai Danube, Budapest, Hungaria, imajinasi itu kini menjadi kenyataan. Selama berabad-abad, kota Romawi kuno bernama Aquincum berdiri kokoh sebagai salah satu benteng pertahanan terdepan Kekaisaran Romawi. Di sinilah ratusan ribu orang pernah merajut mimpi, bekerja, dan membesarkan keluarga mereka.
Kini, melalui sebuah pameran interaktif yang memukau di Museum Aquincum, kota Romawi kuno ini tidak lagi sekadar berupa reruntuhan batu yang dingin. Lewat tajuk 'Once We Were Like You' (Dulu Kami Seperti Kamu), para arkeolog berhasil mengembalikan 'jiwa' dan rupa dari para penduduk masa lalu tersebut. Pameran luar biasa ini resmi dibuka sejak 26 Juni hingga 31 Oktober 2026 dan direncanakan akan kembali menyapa publik pada musim semi 2027 setelah jeda musim dingin.
Sentuhan Sains yang Menghidupkan Sejarah
Melihat tengkorak tua di dalam etalase museum mungkin sudah biasa bagi para pencinta jalan-jalan. Namun, museum ini melangkah lebih jauh dengan memadukan ilmu arkeologi, antropologi fisik dan analisis DNA kuno yang mutakhir. Para peneliti mempelajari struktur tengkorak dengan sangat teliti untuk memperkirakan usia, jenis kelamin, hingga bentuk dasar wajah masing-masing individu.
Lebih dari itu, tulang-belulang ini ternyata menyimpan memori yang personal. Jejak cedera lama dan sisa-sisa penyakit yang pernah diidap semasa hidup turut terekam, memberikan petunjuk berharga tentang seberapa keras kehidupan yang mereka jalani dulu. Data genetika dari tes DNA kemudian menyempurnakan rekonstruksi ini dengan menentukan warna kulit, warna rambut, warna mata, bahkan hingga keberadaan bintik-bintik merah di wajah atau freckles. Berbekal data ilmiah yang solid ini, para seniman forensik berhasil menciptakan replika wajah tiga dimensi yang sangat hidup dan realistis.
Kisah Fiktif di Balik Wajah yang Nyata
Ketika Anda berjalan menyusuri ruang pameran, Anda akan disambut oleh belasan wajah dari berbagai lapisan sosial masyarakat Romawi kuno. Ada sosok yang ditampilkan sebagai seorang pandai besi, pelayan istal, tentara, hingga seorang budak. Uniknya, identitas pekerjaan dan nama-nama mereka ini merupakan sebuah eksperimen naratif dari para kurator museum.