Menjelajahi Wajah Baru Museum Jakarta yang Estetik dan Ramah Lingkungan
- Seasia/Reiza
Jakarta, WISATA – Jelajahi keseruan petualangan liburan baru di Jakarta lewat gerakan pariwisata museum ramah lingkungan yang memadukan keunikan sejarah dengan masa depan bumi.
Liburan ke Jakarta rasanya belum lengkap kalau tidak menyambangi destinasi sarat sejarah. Bagi kamu yang ingin merasakan petualangan liburan berbeda, mengunjungi museum di ibu kota kini menyajikan pengalaman yang jauh lebih seru dan interaktif. Melalui wajah baru museum Jakarta yang kian bersolek, kamu tidak hanya diajak melihat barang-barang kuno berdebu di balik kaca. Kini, ada kampanye seru untuk mewujudkan konsep museum Jakarta ramah lingkungan yang membuat agenda jalan-jalanmu menjadi sarana belajar yang sangat menyenangkan untuk bumi kita tercinta.
Sambutan Hangat Tari Enjot-enjotan yang Ceria
Langkah transformasi destinasi wisata sejarah ini diawali dengan kemeriahan peluncuran program Mainstreaming SDGs in Museum (MSDG) pada pertengahan Juli 2026 di Grha Ali Sadikin, Balai Kota Jakarta. Acara pembukaan tersebut langsung mencuri perhatian para pelancong dan undangan berkat penampilan apik Tari Enjot-enjotan. Tarian pergaulan khas Betawi yang berakar dari tradisi Topeng Betawi ini dibawakan dengan sangat enerjik.
Diciptakan sejak era 1930-an oleh seniman lokal Kisam Jiun dan istrinya, Kinang, tarian ini memadukan gerak silat yang lincah, musik, nyanyian, serta pantun yang jenaka. Sebagai bagian dari Warisan Budaya Takbenda Indonesia, tarian elok ini menjadi bukti nyata bagi para wisatawan bahwa warisan masa lalu tetap hidup berdampingan secara harmonis dengan gaya hidup modern yang berkelanjutan.
Dari Tempat Penyimpanan Menjadi Ruang Nongkrong Kreatif
Selama ini, sebagian orang mungkin menganggap museum sebagai tempat yang sunyi dan membosankan. Namun, kolaborasi keren antara Musee ID, United Nations Information Centre (UNIC) Indonesia, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, dan AMIDA Paramita Jaya siap mengubah pandangan tersebut. Melalui program MSDG yang berlangsung hingga November 2026, museum-museum di Jakarta didorong untuk menerapkan prinsip Sustainable Development Goals (SDGs) di seluruh aspek operasionalnya.
Perubahan paradigma ini menggeser fokus museum yang semula hanya berpusat pada perawatan koleksi atau collection-centered menjadi berpusat pada kenyamanan komunitas atau community-centered. Jadi, jangan heran jika sekarang saat kamu berwisata ke sana, kamu akan menemukan lebih banyak ruang untuk berdialog, berinovasi, dan terlibat langsung sebagai bagian dari pelestarian lingkungan.