Menembus Keamanan Bandara dengan Wajah: Senyum Dulu sebelum Terbang!
- aviationtoday.com
Malang, WISATA – Menghadapi sistem keamanan bandara yang berubah bisa membingungkan, yuk intip rahasia teknologi pemindai wajah terbaru yang bikin liburan Anda makin praktis!
Bagi Anda yang sering bepergian, pemandangan di area pemeriksaan keamanan bandara pasti sudah menjadi makanan sehari-hari. Mulai dari melepas sepatu, mengeluarkan laptop dari dalam tas, hingga berpose mengangkat tangan di dalam mesin pemindai. Rasanya aturan di area security checkpoint ini selalu berubah dari waktu ke waktu. Sebagai pencinta traveling, kita terkadang harus menyerah dan mengikuti alur birokrasi ini demi bisa segera duduk manis di dalam pesawat menuju destinasi impian.
Bagi sebagian pelancong, kemudahan berkat teknologi canggih adalah sebuah berkah. Kehadiran program seperti TSA PreCheck atau Global Entry di Amerika Serikat terbukti memangkas waktu antrean secara signifikan. Namun, saat Transportation Security Administration mulai memperluas penggunaan teknologi pembanding wajah (facial comparison technology) di berbagai bandara secara massal, tidak semua wisatawan merasa nyaman untuk membagikan data biometrik mereka. Ada sebuah ruang diskusi hangat mengenai privasi dan kenyamanan personal saat kita hendak memulai sebuah perjalanan pariwisata yang menyenangkan.
Mengenal Lebih Dekat Sang Penjaga Gerbang Digital
Teknologi canggih yang kini mulai menghiasi bandara-bandara internasional dikembangkan bersama oleh mitra tepercaya seperti IDEMIA. Sistem ini dikenal sebagai Credential Authentication Technology atau CAT. Tujuannya sangat jelas, yaitu mempercepat waktu tunggu di terminal keberangkatan yang padat tanpa sedikit pun menurunkan standar keselamatan penumpang. Cara kerjanya terbilang sederhana namun sangat akurat.
Ketika Anda berada di depan petugas, sebuah kamera akan mengambil foto langsung (live photo) wajah Anda. Sistem kemudian secara otomatis membandingkan potret tersebut dengan foto resmi yang tertera pada dokumen identitas, seperti paspor atau surat izin mengemudi. Melansir penjelasan resmi dari perwakilan IDEMIA Public Security, Lisa Shoemaker, proses ini dirancang agar mengalir secara alami dan mulus dalam alur pemeriksaan. Kehadiran kecerdasan buatan ini sangat membantu meringankan beban para petugas bandara yang selama bertahun-tahun harus mencocokkan wajah ribuan orang asing setiap hari secara manual di tengah rasa lelah yang melanda.