Sindoro Sumbing Triathlon Diikuti Atlet Mancanegara, Mampu Gerakkan Pariwisata di Wonosobo, Jawa Tengah
- jatengprov.go.id
Wonosobo, WISATA – Ratusan atlet dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, berkompetisi untuk menaklukkan dinginnya Telaga Bedakah dalam ajang "Sindoro Sumbing Triathlon, Duathlon, dan Aquathlon ke-7" (11/7/2026).
Perhelatan yang digelar di kaki Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing ini menjadi magnet wisata olahraga, sekaligus membuka peluang pergerakan ekonomi masyarakat.
Para peserta berkompetisi dalam tiga nomor, yakni triathlon yang memadukan renang, sepeda, dan lari, duathlon (sepeda dan lari), serta aquathlon (renang dan lari).
Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan, penyelenggaraan kejuaraan secara konsisten menjadi bagian dari upaya mengembangkan sport tourism, sekaligus memperkenalkan potensi wisata alam Wonosobo.
“Kita ingin orang datang bukan hanya untuk bertanding, tetapi juga menikmati keindahan Wonosobo,” ujar Afif, saat membuka kejuaraan.
Menurut bupati, meningkatnya minat terhadap olahraga lari, triathlon, dan berbagai aktivitas luar ruang, menjadi peluang bagi daerah.
Sejumlah ajang seperti Dieng Caldera Run, Dieng Trail Run, hingga Sindoro Sumbing Triathlon, telah dikembangkan sebagai bagian dari promosi daerah, dengan dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
“Dulu orang belum tahu aquathlon itu apa, duathlon itu apa. Sekarang alhamdulillah, di Wonosobo sudah mulai ada atlet-atletnya meski jumlahnya belum banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, One Andang Wardoyo, mengatakan, kehadiran peserta dan pendamping memberikan peluang bagi peningkatan aktivitas pariwisata dan ekonomi lokal.
“Dengan event seperti ini orang datang, menginap, berbelanja, menikmati wisata. Lama tinggal wisatawan meningkat, sehingga ekonomi masyarakat ikut bergerak,” imbuh Andang.
Menurutnya, keunikan Telaga Bedakah menjadi daya tarik tersendiri.
Peserta harus menghadapi suhu air sekitar 10–12 derajat Celsius, kontur berbukit, dan panorama perkebunan teh di antara lanskap Gunung Sindoro dan Sumbing.
Pemerintah Kabupaten Wonosobo pun berencana memperluas pengembangan sport tourism ke wilayah lain, terutama kawasan selatan seperti Watumalang, Kaliwiro, Kalibawang, Leksono, dan Sukoharjo yang dinilai memiliki potensi besar.
Daya tarik kejuaraan itu turut dirasakan salah seorang peserta aquathlon asal Singapura yang kini berdomisili di Jakarta, Nicole.
Menurutnya, dinginnya Telaga Bedakah dan lintasan yang menanjak memberikan pengalaman berbeda dibandingkan kompetisi yang pernah diikutinya.
“Ini pertama kalinya saya berenang di danau untuk sebuah aquathlon. Biasanya di laut atau kolam renang. Bisa berenang bersama ikan di danau adalah pengalaman yang sangat spesial,” imbuhnya.
Meski sempat gugup menghadapi dinginnya air, Nicole tidak memasang target podium. Baginya, pengalaman menikmati medan dan alam Wonosobo menjadi tujuan utama.
“Saya datang untuk bersenang-senang, menikmati medannya, dan mendapatkan pengalaman baru,” tuturnya.
Berikut ini, daftar para juara:
Kategori Sprint Aquathlon Umum Putra:
- Muhammad Fathur Rahmansyah asal Bandung (juara pertama) dengan catatan waktu 33 menit 10 detik.
Kategori Sprint Aquathlon Umum Putri:
- Caroline Putri Latesya asal Mojokerto, 36 menit 29 detik.
Kategori Aquathlon Youth usia 15–17 tahun Putra:
- Sa’ad Mukhlis Hambali Nursyamsi asal Brebes, 18 menit 12,77 detik.
Kategori Aquathlon Youth usia 15–17 tahun Putri:
- Aliya Putri Nur Batrisya asal Sumedang, 19 menit 53 detik.
Kategori nomor Sprint Triathlon Umum putra:
- Aloysius Reckyardо Mardian asal Kota Bandung, 1 jam 8 menit 29 detik.
Kategori nomor Sprint Triathlon Umum putri:
- Zahra Bulan Aprillia Putri asal Kota Bandung, 1 jam 14 menit 37 detik.
(Sumber: jatengprov.go.id)