Jamasan Totok Kerot: Tradisi Sakral Bulan Suro yang Merawat Warisan Sejarah dan Budaya Kediri
- IG/wisatakabupatenkediri
Kediri, WISATA – Setiap memasuki bulan Suro dalam penanggalan Jawa, masyarakat Kabupaten Kediri memiliki tradisi budaya yang terus dijaga keberlangsungannya, yakni Jamasan Arca Totok Kerot. Tradisi ini bukan sekadar ritual membersihkan benda bersejarah, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap warisan leluhur sekaligus upaya pelestarian cagar budaya yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Prosesi jamasan dilaksanakan di Situs Arca Totok Kerot yang berada di Desa Bulupasar, Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Arca Totok Kerot merupakan arca Dwarapala atau penjaga gerbang kerajaan yang diperkirakan berasal dari masa Kerajaan Kediri. Dengan tinggi sekitar tiga meter, arca ini menjadi salah satu ikon sejarah di wilayah Kediri dan telah ditetapkan sebagai cagar budaya.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat bersama juru pelihara cagar budaya mengawali kegiatan dengan doa bersama dan tumpengan sebagai ungkapan rasa syukur serta permohonan keselamatan. Setelah itu dilakukan prosesi jamasan menggunakan air yang diambil dari sejumlah mata air yang dianggap memiliki makna filosofis. Pada penyelenggaraan tahun 2026, air berasal dari tujuh mata air di wilayah Kediri yang melambangkan kesucian, harapan, dan kehidupan.
Kepala Bidang Sejarah dan Purbakala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri menjelaskan bahwa jamasan bukanlah ritual mistis, melainkan bagian dari perawatan cagar budaya sekaligus sarana edukasi kepada masyarakat agar lebih peduli terhadap peninggalan sejarah. Momentum Tahun Baru Jawa dimanfaatkan untuk mempererat hubungan masyarakat dengan nilai-nilai budaya yang diwariskan secara turun-temurun.
Tradisi ini juga berhasil menarik perhatian wisatawan dan peneliti budaya, termasuk mahasiswa doktoral asal Jepang yang mempelajari antropologi Jawa. Kehadirannya menunjukkan bahwa tradisi lokal Kediri memiliki daya tarik internasional karena memadukan sejarah, budaya, dan kearifan lokal dalam satu rangkaian kegiatan.
Selain membersihkan arca, penyelenggaraan jamasan turut menghadirkan kirab budaya, pertunjukan kesenian, serta keterlibatan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata karena semakin banyak wisatawan yang datang untuk menyaksikan prosesi budaya sekaligus mengenal legenda Totok Kerot yang telah hidup dalam cerita rakyat Kediri selama berabad-abad.