Pendap Bengkulu, Kuliner Favorit Soekarno yang Kaya Rempah dan Dibungkus Daun Talas
- IG/dunialoka.id
Bengkulu, WISATA – Di antara kekayaan kuliner Nusantara, Pendap atau Peundap menjadi salah satu hidangan tradisional yang memiliki cita rasa khas sekaligus sejarah panjang. Makanan yang berasal dari wilayah pesisir Bengkulu dan juga dikenal di Krui, Lampung Barat, ini telah diwariskan secara turun-temurun sejak zaman nenek moyang. Perpaduan ikan segar, kelapa parut, dan aneka rempah yang dibungkus daun talas menjadikan pendap sebagai sajian yang unik dan sulit ditemukan di daerah lain.
Sekilas, pendap tampak menyerupai pepes. Namun, proses pembuatannya jauh lebih kompleks. Ikan yang digunakan, biasanya ikan kakap, ikan kembung, atau ikan laut lainnya, terlebih dahulu dilumuri bumbu halus yang terdiri atas bawang merah, bawang putih, cabai, kunyit, lengkuas, ketumbar, kemiri, serta kelapa parut yang telah disangrai. Setelah itu, ikan dibungkus rapat menggunakan daun talas, kemudian dilapisi lagi dengan daun pisang agar tidak mudah robek saat dimasak.
Salah satu ciri khas pendap adalah proses memasaknya yang memerlukan waktu cukup lama, bahkan bisa mencapai delapan jam. Proses tersebut membuat bumbu benar-benar meresap ke dalam daging ikan sekaligus menghilangkan rasa gatal alami pada daun talas. Hasilnya adalah hidangan dengan aroma rempah yang harum, rasa gurih, pedas, sedikit asam, dan tekstur ikan yang sangat lembut.
Pendap tidak hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga memiliki nilai sejarah yang kuat. Berbagai sumber menyebutkan bahwa kuliner ini merupakan salah satu makanan favorit Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, ketika menjalani masa pengasingan di Bengkulu pada 1938–1942. Selama tinggal di kota tersebut, Bung Karno kerap menikmati berbagai hidangan khas Bengkulu, termasuk pendap yang hingga kini masih menjadi ikon kuliner daerah.
Popularitas pendap juga berlanjut hingga generasi berikutnya. Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, diketahui beberapa kali menikmati hidangan khas ini saat berkunjung ke Bengkulu. Bahkan, chef ternama Indonesia Farah Quinn pernah mencicipi langsung pendap dan mengapresiasi kekayaan rasa yang dihasilkan dari perpaduan rempah-rempah tradisional.
Keistimewaan pendap membuatnya ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda Indonesia. Selain menjadi kebanggaan masyarakat Bengkulu, hidangan ini juga sering hadir dalam berbagai acara adat, perayaan keluarga, hingga festival kuliner daerah. Bahkan, pada era 1990-an, nama pendap turut diabadikan dalam salah satu lagu daerah Bengkulu sebagai bentuk penghormatan terhadap kuliner tradisional tersebut.