Roti Gambang Betawi, Roti Tradisional Indonesia yang Masuk Daftar Roti Terbaik Dunia
- IG/akademikulinerbetawi
Jakarta, WISATA – Di balik tampilannya yang sederhana, Roti Gambang menyimpan sejarah panjang sebagai salah satu kuliner khas Betawi yang masih bertahan hingga sekarang. Roti berwarna cokelat dengan taburan wijen di bagian atas ini dikenal memiliki cita rasa manis yang khas berkat penggunaan gula merah dan rempah-rempah seperti kayu manis. Meski teksturnya cenderung padat dan sedikit kasar, roti ini terasa ringan saat disantap sehingga cocok menjadi teman menikmati secangkir kopi atau teh hangat.
Nama Roti Gambang berasal dari bentuknya yang menyerupai bilah alat musik gambang, salah satu instrumen dalam orkes Gambang Kromong yang menjadi bagian dari kebudayaan Betawi. Bentuknya memanjang dengan sudut-sudut tegas, sehingga masyarakat tempo dulu mengaitkannya dengan alat musik tradisional tersebut. Selain dikenal sebagai Roti Gambang, sebagian masyarakat Jakarta juga menyebutnya sebagai roti ganjel rel karena teksturnya yang padat dan bentuknya yang menyerupai bantalan rel kereta.
Roti Gambang merupakan hasil akulturasi budaya yang berkembang di Batavia pada masa kolonial. Pengaruh kuliner Belanda berpadu dengan bahan-bahan lokal seperti gula aren, kayu manis, dan wijen menghasilkan roti dengan karakter rasa yang berbeda dari roti modern. Hingga kini, proses pembuatannya masih mempertahankan resep tradisional sehingga aroma rempahnya tetap menjadi daya tarik utama.
Keistimewaan Roti Gambang mendapat pengakuan dunia ketika masuk dalam daftar 50 Best Breads in the World versi TasteAtlas, sebuah panduan kuliner internasional yang sering menjadi rujukan pecinta makanan. Dalam daftar tersebut, Roti Gambang disejajarkan dengan berbagai roti terkenal dunia seperti baguette dari Prancis, ciabatta dari Italia, dan beragam roti tradisional dari negara lain. Pengakuan ini membuktikan bahwa kuliner tradisional Indonesia memiliki kualitas yang mampu bersaing di tingkat global.
Selain cita rasanya yang unik, Roti Gambang juga memiliki kandungan rempah yang memberikan aroma hangat ketika dipanggang. Perpaduan gula merah, kayu manis, dan wijen menciptakan sensasi rasa manis yang tidak berlebihan, sehingga banyak orang menjadikannya sebagai camilan untuk sarapan maupun teman bersantai pada sore hari.