Laksa Betawi Asirot Kebayoran Lama, Kuliner Legendaris Jakarta dengan Kuah Ebi yang Gurih Menggoda
- IG/akademikulinerbetawi
Jakarta, WISATA – Jika berbicara tentang laksa, sebagian orang mungkin langsung teringat pada laksa Malaysia, laksa Singapura, laksa Bogor, laksa Melayu, atau laksa Tangerang. Padahal, Jakarta juga memiliki versi laksa yang tak kalah istimewa, yakni Laksa Betawi. Berbeda dari ragam laksa di daerah lain, Laksa Betawi menawarkan cita rasa yang lebih kuat dengan aroma ebi yang begitu khas. Salah satu tempat yang masih mempertahankan keaslian rasanya adalah Laksa Betawi Asirot di kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Sekilas tampilannya memang mirip laksa pada umumnya. Kuahnya berwarna kuning pekat dan disajikan bersama bihun atau ketupat. Namun, begitu suapan pertama masuk ke mulut, perbedaannya langsung terasa. Kuah Laksa Betawi memiliki karakter gurih yang sangat kaya berkat perpaduan ebi, ikan teri, udang rebon, santan, dan beragam rempah Nusantara. Aroma laut yang kuat justru menjadi identitas utama hidangan ini dan membuatnya berbeda dari laksa khas daerah lain.
Rahasia kelezatan Laksa Betawi terletak pada racikan bumbunya. Ebi yang telah disangrai dan dihaluskan memberikan rasa umami yang mendalam. Sementara itu, udang rebon dan ikan teri semakin memperkaya rasa gurih alami kuah. Bumbu seperti kunyit, lengkuas, serai, kemiri, bawang merah, bawang putih, dan ketumbar dimasak perlahan bersama santan hingga menghasilkan kuah yang harum, kental, dan meresap sempurna.
Keunikan lainnya adalah pilihan lauk pendamping yang jarang ditemukan pada jenis laksa lain. Di Laksa Betawi Asirot, semangkuk laksa biasanya disajikan bersama semur daging kerbau, sajian khas Betawi yang bercita rasa manis gurih dengan bumbu kecap dan rempah. Bagi yang menginginkan pilihan lebih sederhana, tersedia pula semur tahu yang tak kalah nikmat. Perpaduan kuah laksa yang kaya rempah dengan semur menciptakan harmoni rasa yang begitu khas dan mengenyangkan.
Laksa sendiri merupakan hasil akulturasi budaya yang berkembang di Asia Tenggara. Di Indonesia, setiap daerah memiliki ciri khas masing-masing. Laksa Bogor dikenal dengan oncomnya, laksa Tangerang menggunakan kuah santan yang lebih ringan, sedangkan Laksa Betawi menonjolkan cita rasa hasil laut melalui penggunaan ebi dan rebon dalam jumlah lebih banyak. Karakter tersebut membuat Laksa Betawi memiliki profil rasa yang lebih tajam dan kompleks.