Festival Desa Wisata 2026 di Semarang, Ajang Menikmati Seni Budaya dan Pesona Desa Wisata Jatirejo
- IG/disbudparkotasemarang
Semarang, WISATA – Kabupaten Semarang kembali menghadirkan agenda wisata yang sayang untuk dilewatkan melalui Festival Desa Wisata 2026. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai ini akan dipusatkan di Bumi Perkemahan Harda Walika, Desa Wisata Jatirejo, Kecamatan Suruh, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Festival tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi desa wisata sekaligus menggerakkan sektor ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat.
Festival Desa Wisata bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Semarang. Selama acara berlangsung, pengunjung akan disuguhkan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari daerah, musik tradisional, hingga atraksi budaya yang menggambarkan kearifan lokal masyarakat setempat. Beragam penampilan tersebut diharapkan mampu memperkuat identitas budaya sekaligus menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Selain pertunjukan seni, festival ini juga menghadirkan pameran produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari berbagai desa wisata. Pengunjung dapat menemukan aneka makanan tradisional, minuman khas, kerajinan tangan, fesyen lokal, hingga produk olahan hasil pertanian yang dipasarkan langsung oleh para pelaku usaha desa. Kehadiran UMKM menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pariwisata.
Lokasi penyelenggaraan di Bumi Perkemahan Harda Walika juga menawarkan suasana alam yang sejuk dan asri. Dikelilingi pepohonan hijau serta area terbuka yang luas, kawasan ini menjadi tempat yang ideal untuk kegiatan luar ruang, termasuk festival budaya, perkemahan, hingga wisata keluarga. Pengunjung tidak hanya dapat menikmati berbagai pertunjukan, tetapi juga merasakan suasana pedesaan yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Melalui Festival Desa Wisata 2026, para wisatawan juga berkesempatan mengenal potensi Desa Wisata Jatirejo secara lebih dekat. Desa ini terus mengembangkan konsep pariwisata berbasis masyarakat dengan memanfaatkan kekayaan alam, budaya, serta kreativitas warganya sebagai daya tarik utama. Berbagai kegiatan edukatif, kuliner lokal, hingga produk ekonomi kreatif menjadi bagian dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Pemerintah terus mendorong pengembangan desa wisata sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi daerah. Kehadiran festival seperti ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, memperluas pasar bagi pelaku UMKM, serta memperkenalkan kekayaan budaya Jawa Tengah kepada masyarakat yang lebih luas.