Menelusuri Jejak Spiritual Desa Kajen Pati: Ziarah ke Makam Syaikh Mutamakkin, Sang Ulama Agung Penjaga Lentera Pesantre
- jasirah.id
Pati, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap melakukan perjalanan spiritual menyusuri pesisir utara Jawa, Kabupaten Pati di Jawa Tengah tidak hanya menawarkan keindahan alam berupa hamparan sawah dan pegunungan Muria yang megah. Lebih dari itu, bumi Pesantenan ini menyimpan sebuah magnet wisata religi yang sangat luar biasa bernama Desa Kajen. Terletak di Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, desa ini telah lama menahbiskan dirinya sebagai salah satu desa santri yang paling terkemuka di Nusantara. Di sinilah bersemayam jasad seorang ulama besar pra-kemerdekaan yang karismatik, Syaikh Ahmad Mutamakkin, yang makamnya kini menjelma menjadi tempat wisata religi yang paling sering dikunjungi di seantero daerah Pati.
Daya tarik spiritual makam ini begitu kuat mengakar di hati masyarakat. Setiap bulannya, diperkirakan ada sekitar 500 ribu pengunjung atau peziarah yang datang dari berbagai penjuru tanah air untuk melantunkan doa dan meresapi keteladanan hidup sang ulama. Angka kunjungan yang fantastis ini menjadi bukti autentik betapa besarnya pengaruh dan warisan spiritual yang ditinggalkan oleh sang tokoh bagi generasi muslim lintas zaman.
Figur Agung Penjaga Gawang Dakwah Islam di Abad ke-16
Menilik lembaran sejarahnya, Syaikh Mutamakkin diprediksi hidup dan aktif berdakwah pada masa pemerintahan Amangkurat IV hingga masa kepemimpinan paku Buwono II, atau sekitar abad ke-16 hingga abad ke-17. Sebagai salah seorang figur waliyullah, ia mendedikasikan seluruh hidupnya untuk menyebarkan syiar Islam di kawasan pedalaman Pati yang saat itu masih kental dengan pengaruh kepercayaan lama. Berkat kegigihan dan pendekatan dakwahnya yang humanis, Desa Kajen yang semula merupakan wilayah permukiman biasa perlahan-lahan bertransformasi menjadi sebuah pusat pendidikan Islam yang sangat disegani.
Dari rahim madrasah kehidupan yang ia bangun di Kajen, bermunculan murid-murid berwibawa yang di kemudian hari turut menjadi tokoh populer di tengah masyarakat. Di antara murid langsungnya yang paling tersohor adalah Kyai Ronggokusumo yang membuka pusat dakwah di daerah Ngemplak, Kyai Mizan di Margatuhu, serta Raden Sholeh. Melalui jejaring murid-muridnya inilah, estafet keilmuan dan dakwah Syaikh Mutamakkin menyebar luas hingga mengakar kuat ke berbagai wilayah lain di sekitarnya.