Menjelajahi Jejak Kota Pemukiman Kuno yang Hilang di Oase Dakhla Mesir
- smarthistory.com
Malang, WISATA – Temukan pesona magis wisata arkeologi Mesir di Oase Dakhla yang menyimpan sisa kemegahan tata kota pemukiman kuno era Bizantium dari abad ke-4 Masehi.
Bagi sebagian besar pelancong, berlibur ke Mesir selalu identik dengan kemegahan piramida giza yang ikonik atau aliran Sungai Nil yang romantis. Namun, jika Anda bersedia menjelajah lebih dalam ke jantung Gurun Barat, ada sebuah petualangan pariwisata arkeologi yang sangat memikat untuk dilewatkan. Baru-baru ini, sebuah misi arkeologi dari Dewan Tertinggi Kepurbakalaan Mesir berhasil mengeksplorasi situs kuno Ain Al-Sabil di Kegubernuran New Valley. Mereka berhasil menyingkap keberadaan sebuah kota pemukiman kuno dari era Kekaisaran Bizantium yang berasal dari abad keempat dan kelima Masehi. Destinasi wisata sejarah baru ini menawarkan sisi unik berupa gambaran utuh mengenai kehidupan masyarakat gurun yang sangat terorganisasi pada masa lampau.
Tata Kota Modern di Tengah Keheningan Gurun Barat
Keunikan utama dari situs kota pemukiman kuno ini terletak pada perencanaan tata ruangnya yang luar biasa rapi, mirip dengan kompleks perumahan modern. Begitu Anda menginjakkan kaki di area situs, Anda akan disuguhi jalur jalan utama yang membujur dari utara ke selatan, yang kemudian berpotongan rapi dengan jalan-jalan kecil dari timur ke barat. Tata letak ini membentuk alun-alun terbuka yang dulunya berfungsi sebagai ruang publik untuk berinteraksi antarwarga.
Tepat di jantung pemukiman kuno tersebut, berdiri kokoh sisa bangunan sebuah gereja basilika Kristen dari pertengahan abad keempat Masehi. Bangunan tempat ibadah ini menghadap langsung ke jalan utama, menandakan perannya yang sangat sentral sebagai pusat kehidupan religius sekaligus pusat komunitas warga oase. Struktur dinding batu batanya yang masih terawat memberikan atmosfer magis, membawa imajinasi para wisatawan kembali ke masa 1.600 tahun yang lalu.
Menengok Dapur dan Benteng Pertahanan Masa Lalu
Menjelajahi kawasan Ain Al-Sabil terasa seperti berjalan melintasi lorong waktu karena kelengkapan fasilitas kota yang ditemukan. Di sini, para arkeolog tidak hanya menemukan rumah-rumah tinggal dari batu bata lumpur, melainkan juga fasilitas pendukung kehidupan sehari-hari yang sangat lengkap. Wisatawan dapat mengamati sisa-sisa oven pembuat roti, area dapur, hingga alat penggiling gandum tradisional yang masih utuh di posisinya semula.