Menelisik Mahakarya Unik Candi Ratu Boko Hingga Kotagede: Kreativitas Tanpa Batas dari Tangan Hebat di Desa Wisata

Candi Ratu Boko di Desa Wisata Bokoharjo
Sumber :
  • Indonesiatravel

Magelang, WISATA - Bagi Sobat Wisata Viva yang kerap menjelajahi sudut-sudut eksotis di sekitar Yogyakarta dan Jawa Tengah, pesona kemegahan candi-candi besar tentu sudah tidak asing lagi. Namun, pernahkah Anda mencoba melipir sejenak ke desa-desa wisata yang tumbuh subur di sekeliling cagar budaya tersebut? Jika Anda meluangkan waktu sedikit lebih lama, Anda akan menemukan bahwa daya tarik sejati dari kawasan ini tidak hanya terletak pada struktur bebatuan kuno yang megah, melainkan pada denyut kreativitas dan keunikan produk lokal yang lahir dari tangan warga desa.

img_title Ngincik Nang KBS 2026: Slow Jogging Keliling Kebun Binatang Surabaya Sambil Nostalgia

Menjelajahi kawasan pedesaan ini akan membawa kita pada sebuah petualangan sensorik yang tidak biasa. Di sini, batasan usia dan keterbatasan bahan baku bukan menjadi penghalang bagi masyarakat lokal untuk melahirkan mahakarya yang bernilai estetika tinggi, mulai dari seni pertunjukan yang jenaka hingga buah tangan yang telah mendunia.

Nyanyian Jiwa Para Simbah Hebat Penjaga Seni Srandul di Ratu Boko

img_title UNDIP Gandeng Guangdong, Buka Peluang Wisata Edukasi dan Pertukaran Mahasiswa ke Negeri Tirai Bambu

Keunikan pertama yang siap menyapa petualangan Anda berada di Desa Wisata Bokoharjo. Jika Anda kebetulan mampir ke situs Candi Ratu Boko pada jam-jam tertentu, telinga Anda akan langsung disapa oleh harmoni merdu dari perpaduan suara alat musik tradisional dan untaian lagu-lagu syahdu berbahasa Jawa. Suara indah tersebut merupakan buah karya dari grup kesenian srandul yang dengan setia menyambut kedatangan para pengunjung tepat di jalur pintu masuk kawasan candi.

Ada satu hal luar biasa yang dijamin akan membuat siapa saja berdecak kagum saat melihat pertunjukan ini. Seluruh seniman yang terlibat—baik yang dengan lihai memainkan instrumen gamelan dan angklung, para penyanyi latar (sinden), hingga mereka yang berjoget lincah di depan panggung—semuanya merupakan para lansia yang telah berusia senja. Fenomena ini menjadi bukti nyata bahwa menjadi pelaku pariwisata aktif memang tidak pernah mengenal batasan usia.

img_title Desa Wisata Karanganyar Borobudur, Kampung Gerabah dengan Sunrise Berlatar Candi

Meski guratan usia tidak bisa disembunyikan, penampilan para simbah hebat ini tetap terlihat sangat enerjik, penuh totalitas, dan seru untuk diikuti. Mereka menghibur para wisatawan dengan penuh semangat, menyelipkan banyolan-banyolan lucu, dan tentu saja tampil dengan sangat piawai. Adalah Pak Sugeng, sang pemimpin grup tangguh ini, yang memotori berdirinya kelompok seni tersebut. Beliau yang dulunya berprofesi sebagai pegawai bidang pertamanan di kompleks candi memilih untuk tidak berdiam diri pasca-pensiun. Pak Sugeng merangkul para seniman seusianya di desa untuk mendirikan grup kesenian srandul ini agar budaya lokal tetap lestari sekaligus menjadi daya tarik wisata yang menghibur.

Halaman Selanjutnya
img_title