Sampyok, Kuliner Peranakan Betawi-Tionghoa yang Kaya Rempah dan Wajib Dicoba
- IG/terasaculinary
Jakarta, WISATA – Jakarta tidak hanya dikenal sebagai pusat pemerintahan dan bisnis, tetapi juga sebagai tempat lahirnya beragam kuliner hasil percampuran budaya. Salah satu hidangan yang masih belum banyak dikenal wisatawan adalah Sampyok, masakan khas Betawi yang lahir dari akulturasi budaya Betawi dan Tionghoa. Meski popularitasnya tidak setenar soto Betawi atau kerak telor, Sampyok memiliki cita rasa unik dan sejarah yang menarik untuk dijelajahi.
Nama Sampyok dipercaya berasal dari istilah dalam dialek Tionghoa yang merujuk pada proses menyiram atau mengguyur daging ayam dengan bumbu atau kuah. Teknik memasak inilah yang kemudian diadaptasi oleh masyarakat Betawi dan berkembang menjadi hidangan khas dengan sentuhan rempah-rempah Nusantara. Seiring waktu, olahan ini tidak hanya menggunakan ayam, tetapi juga dimodifikasi menjadi bebek sampyok, bahkan ada pula variasi menggunakan daging lain sesuai selera masyarakat setempat.
Keunikan Sampyok mencerminkan sejarah panjang Batavia sebagai kota pelabuhan yang dihuni berbagai etnis. Sejak masa kolonial, masyarakat Betawi banyak berinteraksi dengan komunitas Tionghoa sehingga melahirkan berbagai kuliner peranakan. Dalam hidangan Sampyok, pengaruh Tionghoa terlihat pada teknik pengolahan daging dan penggunaan kecap, sedangkan cita rasa Betawi hadir melalui penggunaan aneka rempah seperti bawang putih, bawang merah, kemiri, kunyit, jahe, ketumbar, dan lada yang menghasilkan aroma harum serta rasa gurih yang khas.
Secara tampilan, ayam atau bebek Sampyok memiliki warna kecokelatan dengan kuah atau bumbu yang cukup kental. Setelah daging dimasak hingga empuk, bumbu disiramkan secara merata sehingga meresap ke seluruh bagian daging. Proses penyiraman inilah yang menjadi ciri utama sekaligus asal-usul nama Sampyok.
Saat disantap, rasa gurih dari ayam atau bebek berpadu dengan manisnya kecap dan aroma rempah yang hangat. Hidangan ini biasanya disajikan bersama nasi putih hangat, acar mentimun, sambal, dan taburan bawang goreng sehingga semakin menggugah selera.
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kuliner autentik Jakarta, Sampyok menjadi pilihan menarik karena menawarkan pengalaman menikmati hasil akulturasi budaya yang masih bertahan hingga sekarang. Meski sudah cukup jarang ditemukan di restoran modern, beberapa rumah makan Betawi, komunitas pelestari kuliner tradisional, hingga festival kuliner Betawi masih menyajikan hidangan ini sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan gastronomi Jakarta.