Menapaki Rumput Hijau Berbalut Sejarah: Menengok Wajah Baru Alun-Alun Bandung yang Menawan di Pusat Kota

Alun-Alun Bandung
Sumber :
  • Indonesiatravel

Bandung, WISATA - Kota Bandung selalu punya cara tersendiri untuk membuat siapa saja jatuh hati dan rindu untuk kembali berkunjung. Ibu kota Provinsi Jawa Barat yang karib dijaga oleh hawa sejuk pegunungan ini tidak pernah kehabisan ruang publik yang ramah, estetik, sekaligus sarat akan nilai historis. Jika Sobat Wisata Viva sedang merencanakan liburan santai ke Kota Kembang, ada satu titik poros utama yang wajib dikunjungi untuk merasakan denyut nadi kehidupan warganya. Tempat tersebut adalah Alun-Alun Bandung. Berdiri megah tepat di depan Masjid Raya Bandung, ruang terbuka hijau ini kini menjelma menjadi ruang komunal yang sangat cantik, bersih, dan dipadati oleh keceriaan keluarga serta pelancong dari berbagai daerah.

img_title Menelusuri Lorong Waktu Mataram Islam: Eksplorasi Sejarah dan Kuliner Autentik di Kampung Wisata Purbayan Kotagede

Menyusuri area ini memberikan sensasi naratif yang unik. Kita tidak hanya sekadar berjalan di atas hamparan karpet hijau yang luas, melainkan sedang memijak sebuah pusat peradaban kota yang telah menyaksikan berbagai pergolakan zaman sejak era kolonial. Alun-Alun Bandung kini sukses mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi favorit bagi wisatawan nusantara dari seluruh pelosok tanah air yang ingin menikmati atmosfer urban yang bersahabat.

Romansa Pohon Beringin dan Linimasa Perjalanan Sejarah Panjang

img_title Pesona Taichung, Kota Kreatif Asal Boba yang Menjadi "Bandung-nya" Taiwan

Jika kita menengok lembaran masa lalu, Alun-Alun Bandung ini ternyata sudah dibangun sejak sekitar tahun 1811. Jauh sebelum dilapisi oleh teknologi modern seperti sekarang, tempat ini memiliki karakteristik visual yang sangat kental dengan nuansa tradisional Jawa Barat. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, keempat sisi alun-alun sempat dipagari oleh deretan pohon beringin lebat yang menjadi ikon dan penanda utama alun-alun pada saat itu. Keberadaan pohon beringin tersebut tidak hanya berfungsi sebagai peneduh alami, melainkan juga memuat simbol perlindungan dan pengayoman bagi masyarakat sekitarnya.

Sentuhan historis yang bernilai tinggi juga tercatat di area tengah lapangan. Dahulu, di tengah alun-alun terdapat sepasang pohon beringin yang memiliki riwayat sangat unik. Salah satu dari pohon beringin ikonik tersebut ditanam secara simbolis pada tanggal 1 Mei 1909. Momentum penanaman pohon pelindung ini ternyata bertepatan dengan hari kelahiran Putri Juliana, anak dari Ratu Belanda yang tersohor kala itu, Ratu Wilhelmina. Catatan ini membuktikan bahwa sejak seabad yang lalu, Alun-Alun Bandung sudah memegang peranan penting dalam skenario sejarah besar bangsa.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Sejarah Pondok Pesantren Tambakberas Jombang, Dari Markas Perang Diponegoro hingga Tuan Rumah Muktamar Ke-35 NU