Menakar Potensi Ekonomi Kreatif Batik Kayu dan Bunga Kering Desa Wisata Krebet

Krebet Sentra Kerajinan Batik Kayu
Sumber :
  • visitingjogja.jogjaprov.go.id

Yogyakarta, WISATA - Pariwisata Yogyakarta bukan sekadar tentang keindahan lanskap alam atau kemegahan bangunan bersejarah, melainkan juga tentang bagaimana masyarakat lokal merespons tantangan geografis menjadi sebuah peluang ekonomi kreatif yang menjanjikan. Salah satu contoh nyata keberhasilan ini dapat kita saksikan di Dusun Krebet, sebuah kawasan yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Meskipun berada di area perbukitan batu kapur yang cenderung kering, warga Krebet berhasil menciptakan inovasi luar biasa dengan memanfaatkan kayu sebagai media untuk membatik. Melalui sentuhan seni tradisional tersebut, mereka mampu menghasilkan karya-karya cantik bernilai ekonomi tinggi yang banyak diminati oleh wisatawan domestik maupun mancanegara.

img_title 10 Novel Filsafat Ini Bawa Sobat Wisata Viva 'Piknik' ke Alam Pikiran, dari Sophie's World sampai 1984

Keberhasilan Dusun Krebet dalam membangun ekosistem kerajinan tidak berhenti sampai di situ. Untuk melengkapi portofolio bisnis kreatifnya, Desa Wisata Krebet juga mempunyai produk kerajinan bunga kering yang saat ini sedang naik daun dan banyak diminati oleh wisatawan. Kombinasi kedua lini produk ini tidak hanya menggerakkan roda ekonomi berskala mikro di tingkat rumah tangga, melainkan juga telah berhasil mentransformasi dusun kecil ini menjadi salah satu sentra ekspor kerajinan tangan (handicraft) yang sangat diperhitungkan di pasar global.

Keterampilan Eksklusif dan Nilai Tambah pada Produk Seni

img_title 7 Bunga Cantik yang Bisa Dimakan: Chamomile, Lavender, dan Mawar Ternyata Punya Banyak Manfaat

Mengubah sebatang kayu mentah menjadi komoditas premium yang bernilai jual tinggi membutuhkan proses panjang yang melibatkan keterampilan eksklusif. Proses membatik dengan media kayu tentu akan membutuhkan keterampilan tersendiri, yang berbeda dengan membatik di atas kain pada umumnya. Karakteristik kayu yang keras dan tidak menyerap warna secepat kain menuntut keahlian khusus dalam pengelolaan lilin malam dan pewarnaan. Karena seluruh polanya dibuat secara manual, bukan dicetak menggunakan mesin massal, maka membatik dengan media kayu membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi di setiap goresannya.

Nilai jual yang tinggi dari produk ini juga terletak pada eksklusivitas desain yang diusung oleh para perajin lokal. Motif batik kayu yang dibuat oleh warga Krebet tetap berpegang teguh pada nilai-nilai tradisi dengan mengaplikasikan corak klasik seperti motif parangrusak, parangbarong, kawung, garuda, sidorahayu, sidomukti, dan motif lainnya. Proses pengerjaan yang rumit dan manual inilah yang memberikan nilai tambah (value added) yang sangat masif, mengubah bahan baku kayu biasa menjadi benda seni eksklusif yang diburu oleh para kolektor dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Desa Wisata Cikakak, Kampung Adat Banyumas dengan Kera Jinak dan Masjid Tertua di Indonesia