Kirab Budaya Pencak Silat Hari Jadi ke-108 Kota Madiun Sukses Memikat Wisatawan, Perkuat Citra Kota Pendekar

Pencak Silat Madiun
Sumber :
  • madiunkota.go.id

Madiun, WISATA – Kirab Budaya Pencak Silat yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun berlangsung meriah dan sukses pada Kamis (25/6/2026). Untuk pertama kalinya digelar, kirab ini berhasil menyedot perhatian ribuan masyarakat dan wisatawan yang memadati sepanjang rute dari Balai Kota Madiun hingga titik akhir kegiatan. Suasana berlangsung aman, tertib, dan penuh semangat, sekaligus menjadi panggung untuk memperkenalkan kekayaan budaya pencak silat yang telah lama melekat pada identitas Kota Madiun sebagai Kota Pendekar.

img_title Pelatihan Desain Batik Batang Dorong Kreativitas dan Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Sejak pagi, berbagai perguruan pencak silat menampilkan atraksi terbaik mereka. Barisan peserta mengenakan seragam khas masing-masing perguruan, menampilkan jurus-jurus pencak silat, seni tari, hingga iringan musik tradisional yang menambah semarak suasana. Antusiasme masyarakat terlihat dari banyaknya warga yang rela berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan kirab budaya perdana tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran penyelenggaraan acara. Menurutnya, cuaca yang cerah, kerja sama seluruh pihak, serta kedisiplinan peserta menjadi faktor penting yang membuat kirab berlangsung sukses tanpa kendala berarti.

img_title Universitas Ma Chung dan Pokdarwis Kajoetangan Heritage Kolaborasi Kembangkan Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Apresiasi tidak hanya ditujukan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparat keamanan, dan seluruh perguruan pencak silat, tetapi juga kepada masyarakat yang turut menjaga ketertiban selama acara berlangsung. Kehadiran warga dinilai menjadi elemen penting yang membuat kirab budaya terasa semakin hidup dan meriah.

Lebih dari sekadar pertunjukan seni bela diri, Kirab Budaya Pencak Silat menjadi simbol persatuan berbagai perguruan yang ada di Kota Madiun. Selama ini, kota tersebut dikenal sebagai rumah bagi sejumlah perguruan pencak silat besar di Indonesia. Melalui kirab budaya ini, pemerintah ingin menunjukkan bahwa keberagaman perguruan justru menjadi kekuatan yang dapat hidup berdampingan dalam suasana damai, rukun, dan saling menghormati.

img_title Festival Hantu Lapar 2026 di Medan, Tradisi Tionghoa yang Berpotensi Jadi Wisata Budaya

Pemerintah Kota Madiun juga akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan kirab perdana ini dengan menghimpun berbagai masukan dari masyarakat maupun peserta. Evaluasi tersebut menjadi bekal untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan pada tahun-tahun mendatang.

Ke depan, Kirab Budaya Pencak Silat direncanakan digelar dengan skala yang lebih besar dan dikembangkan sebagai agenda wisata budaya tahunan. Pemerintah berharap kegiatan ini mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, sehingga berdampak pada meningkatnya kunjungan wisata, tumbuhnya sektor ekonomi kreatif, serta berkembangnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Madiun.

Halaman Selanjutnya
img_title