Menyusuri Kampung Kemasan, Wisata Cagar Budaya dengan Pesona Arsitektur Eropa-Tionghoa yang Memikat di Gresik

Kampung Kemasan
Sumber :
  • IG/gresiktourism

Gresik, WISATA – Di tengah hiruk pikuk perkembangan Kota Gresik sebagai kawasan industri dan kota santri, tersimpan sebuah destinasi bersejarah yang membawa wisatawan seolah kembali ke masa lampau. Tempat tersebut adalah Kampung Kemasan, sebuah kawasan cagar budaya yang menyuguhkan deretan rumah kuno dengan arsitektur khas perpaduan Eropa dan Tionghoa yang masih berdiri kokoh hingga saat ini.

img_title Wisata Heritage Perhutani Cepu, Jejak Permukiman Kolonial Belanda dan Sejarah Industri Jati di Blora

Berlokasi di sepanjang Jalan Nyai Ageng Arem-Arem, Kampung Kemasan hanya berjarak sekitar 700 meter dari Alun-Alun Gresik. Kedekatan lokasinya dengan pusat kota membuat destinasi ini mudah dijangkau, baik oleh wisatawan lokal maupun luar daerah yang ingin mengenal sisi lain sejarah Kota Pudak.

Memasuki kawasan ini, pengunjung akan disambut suasana khas kota lama dengan bangunan-bangunan berusia lebih dari satu abad. Sebagian besar rumah di Kampung Kemasan dibangun sekitar tahun 1909 Masehi dan hingga kini masih mempertahankan bentuk aslinya. Usianya yang telah melampaui 50 tahun menjadikan bangunan-bangunan tersebut memiliki nilai penting sebagai Bangunan Cagar Budaya.

img_title Madiun Batik Heritage Festival, Merajut Warisan Budaya dan Menggerakkan Wisata serta Ekonomi Kreatif

Kampung Kemasan bukan sekadar deretan rumah tua. Kawasan ini menjadi bukti nyata perjumpaan berbagai budaya yang pernah berkembang di Gresik sebagai kota pelabuhan penting pada masa lalu. Perpaduan ornamen Tionghoa dengan sentuhan gaya Eropa tampak jelas pada detail bangunan, mulai dari bentuk jendela berukuran besar, pintu kayu berukir, pilar-pilar megah, ventilasi artistik, hingga penggunaan warna-warna khas yang memperkuat karakter kawasan.

Menurut sejumlah penelitian, nama "Kemasan" berasal dari seorang pengrajin emas keturunan Tionghoa bernama Bak Liong yang pernah bermukim di wilayah tersebut. Seiring waktu, kawasan ini berkembang menjadi permukiman para saudagar kaya dari berbagai latar belakang, seperti Tionghoa, Arab, Eropa, hingga masyarakat pribumi. Keberagaman itulah yang kemudian melahirkan identitas unik Kampung Kemasan sebagai simbol silang budaya maritim di Gresik.

img_title Wisata Hiburan Layang-Layang di Malang Raya, Tradisi Musim Kemarau yang Dongkrak Ekonomi Kreatif

Kampung Kemasan

Photo :
  • IG/gresiktourism

Bagi para pencinta fotografi dan sejarah, Kampung Kemasan menawarkan banyak sudut menarik untuk diabadikan. Setiap fasad bangunan memiliki detail berbeda yang menggambarkan status sosial pemiliknya pada masa lampau. Berjalan kaki menyusuri gang-gang kecil di kawasan ini memberikan pengalaman wisata yang berbeda, seolah membuka lembaran kisah tentang kejayaan perdagangan Gresik di masa silam.

Halaman Selanjutnya
img_title