Kemegahan Chongqing East Railway Station Destinasi Transit Modern yang Memukau Dunia

Chongqing East Railway Station
Sumber :
  • timeout.com

ChongqingWISATA – Menjelajahi keunikan Chongqing East Railway Station sebagai stasiun kereta cepat terbesar di dunia yang dibangun di atas gunung dengan teknologi robotik ramah lingkungan.

img_title Tong Tong Night Market 2026 Hadir dengan Tema Punakawan, Siap Ciptakan Momen Seru dan Penuh Kenangan di Malang

Pernahkah Anda membayangkan sebuah stasiun kereta yang luasnya setara dengan 170 lapangan sepak bola digabung menjadi satu? Selamat datang di Chongqing East Railway Station, sebuah mahakarya infrastruktur megah yang terletak di Distrik Nan'an, Kota Chongqing, China. Stasiun ini bukan sekadar tempat pemberhentian transportasi biasa, melainkan sebuah destinasi pariwisata modern yang siap membuat siapa saja terpana. Dengan total luas lantai mencapai 1,22 juta meter persegi, kawasan transit ini memegang rekor sebagai stasiun kereta cepat terbesar di dunia saat ini. Dimulai pembangunannya pada tahun 2022, kompleks raksasa bernilai sekitar 7,8 miliar Dolar AS ini telah resmi beroperasi penuh untuk melayani pelancong global sejak tahun 2025 lalu.

Sebagai gerbang utama yang dirancang untuk mengatasi arus pergerakan manusia dalam skala masif, stasiun ini sanggup menampung hingga 16.000 penumpang setiap jamnya pada waktu-waktu sibuk (peak times). Kemampuan luar biasa ini disokong oleh kehadiran 29 peron (platforms) serta 15 jalur kereta aktif yang beroperasi tanpa henti. Berada di sini memberikan sensasi petualangan tersendiri, di mana Anda bisa menyaksikan bagaimana hiruk-pikuk manusia bersanding selaras dengan kecanggihan teknologi masa depan.

img_title Kue Moho, Jajanan Pasar Legendaris yang Kian Langka dan Masih Bertahan di Pasar Tradisional

Keajaiban Arsitektur Monumental di Atas Gunung

Hal paling unik yang membuat stasiun kereta cepat terbesar di dunia ini begitu ikonik di mata para arsitek dan wisatawan adalah lokasi pembangunannya. Alih-alih didirikan di atas tanah datar yang luas, para insinyur genius China justru membangun mega-hub ini di atas puncak sebuah gunung. Untuk merealisasikannya, tim konstruksi harus memotong, meratakan, dan menata ulang topografi gunung tersebut menggunakan pemetaan digital tiga dimensi serta teknik peledakan terkendali sebelum meletakkan fondasi utama.

img_title Solo Anggrek Festival 2026, Surga Wisata Bunga yang Mengajak Masyarakat Melestarikan Keindahan Anggrek Indonesia

Hebatnya lagi, seluruh proses pembangunan luar biasa rumit ini berhasil diselesaikan hanya dalam kurun waktu 38 bulan saja. Kunci sukses dari kecepatan yang mencengangkan ini adalah kolaborasi apik antara pekerja manusia dengan armada robot konstruksi tingkat lanjut. Robot berpanduan laser bertugas meratakan lantai beton dengan presisi sempurna, sementara robot khusus lainnya mengangkat dan memasang panel kaca raksasa seberat 800 kilogram per lembar. Dibantu sistem pengelasan otomatis serta robot patroli keamanan 24 jam, proyek ini menghabiskan sekitar 2 juta meter kubik beton dan 366.000 ton baja murni.

Halaman Selanjutnya
img_title