Bagaimana Menentukan Detik Waisak? Ini Cara Perhitungan dan Penetapannya!

Peringatan Waisak 2570 BE
Sumber :
  • IG/buddhazine

Jakarta, WISATA – Setiap tahun umat Buddha di Indonesia memperingati Hari Raya Waisak pada tanggal yang berbeda. Tidak hanya harinya yang berubah, puncak perayaan atau yang dikenal sebagai "Detik Waisak" juga selalu terjadi pada jam, menit, bahkan detik yang berbeda. Hal ini berkaitan dengan ilmu astronomi. Penetapan Hari Raya Waisak di Indonesia tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan sistem astronomi yang dikenal sebagai Purnama-Sidhi. Sistem ini digunakan untuk menghitung secara tepat kapan bulan mencapai fase purnama sempurna yang menjadi dasar penentuan Waisak.

img_title Strawberry Moon 2026 Hiasi Langit Indonesia pada 29–30 Juni, Ini Fakta Ilmiah dan Cara Terbaik Menyaksikannya

Dalam tradisi Buddhis, Hari Raya Waisak memperingati tiga peristiwa suci dalam kehidupan Buddha Gautama, yaitu kelahiran Pangeran Siddharta, tercapainya Penerangan Agung (Bodhi), dan Parinibbana atau wafatnya Sang Buddha. Ketiga peristiwa tersebut diyakini terjadi saat bulan purnama di bulan Vaisakha, sehingga fase bulan menjadi acuan utama dalam penetapan hari raya ini.

Di Indonesia, perhitungan Waisak dilakukan dengan menggunakan data astronomi modern yang menghitung posisi bulan dan matahari secara akurat. Hasil perhitungan tersebut kemudian menjadi pedoman bagi organisasi-organisasi Buddha dan pemerintah dalam menetapkan waktu resmi perayaan Waisak.

img_title Panduan Kebersihan Toilet: Rahasia Bebas Kuman dan Bau Tak Sedap

Setiap tahun tanggalnya tidak sama karena kalender Buddhis menggunakan sistem luni-solar, yaitu perpaduan antara peredaran bulan dan matahari. Berbeda dengan kalender Masehi yang mengikuti siklus matahari, Waisak ditentukan berdasarkan terjadinya bulan purnama. Karena siklus bulan berlangsung sekitar 29,5 hari dan tidak selalu selaras dengan kalender Masehi, maka tanggal Waisak akan bergeser setiap tahunnya.

Sebagai contoh, Waisak 2569 BE pada tahun 2025 diperingati pada 12 Mei 2025 dengan Detik Waisak yang jatuh pada pukul 23.55.29 WIB. Sementara itu, berdasarkan kalender nasional dan perhitungan Buddhis yang berlaku di Indonesia, Hari Raya Waisak 2570 BE tahun 2026 diperingati pada Minggu, 31 Mei 2026. Perubahan tanggal tersebut terjadi karena waktu terjadinya Purnama-Sidhi pada tahun 2026 berbeda dibandingkan tahun sebelumnya.

img_title Zurich: Kota Paling Ramah di Dunia untuk Para Ekspatriat

Secara sederhana, proses perhitungannya dapat dijelaskan sebagai berikut:

  1. Astronom menentukan kapan bulan mencapai fase purnama sempurna.
  2. Purnama yang terjadi pada bulan Vaisakha dalam kalender Buddhis ditetapkan sebagai Hari Raya Waisak.
  3. Waktu tepat terjadinya purnama tersebut menjadi acuan penentuan Detik Waisak.
  4. Karena posisi bulan dan matahari terus berubah setiap tahun, maka tanggal dan Detik Waisak juga berubah.
Halaman Selanjutnya
img_title