Warung Mangut Lele Mbah Marto Bantul: Sensasi Makan Langsung di Dapur Pengasapan Autentik

Mangut Lele Mbah Marto
Sumber :
  • visitingjogja.jogjaprov.go.id

Yogyakarta, WISATA - Kabupaten Bantul menyimpan banyak sekali harta karun kuliner yang sangat istimewa bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara sekarang. Salah satu yang paling tersohor adalah warung Mangut Lele Mbah Marto yang berlokasi di Dusun Nggeneng Sewon Bantul.

img_title Sensasi Kuliner Legendaris di Malang: Warung Relish Sengkaling yang Bikin Nagih Sejak 1994

Mbah Marto Ijoyo merintis usaha kuliner legendaris ini sejak tahun 1969 silam dengan perjuangan yang sangat luar biasa. Awalnya beliau berjualan dengan cara menggendong tenggok bambu berisi masakan sambil berjalan kaki belasan kilometer setiap hari.

Beliau menjajakan dagangannya ke pusat Kota Yogyakarta terutama di wilayah Pasar Beringharjo yang selalu ramai oleh pembeli setia. Setelah puluhan tahun berkeliling akhirnya Mbah Marto memutuskan untuk membuka warung tetap di rumah pribadinya sejak tahun 1989.

img_title Kelezatan Bakmi Kadin Jogja: Menikmati Sajian Bakmi Jawa Legendanya Yogyakarta Ditemani Musik Keroncong

Sensasi Makan di Dalam Pawon

Warung ini menawarkan pengalaman kuliner yang tidak akan Anda temukan di restoran modern mana pun di pusat kota. Setiap pengunjung diajak masuk langsung ke area dapur rumah yang sangat tradisional atau biasa disebut dengan istilah pawon.

img_title Gudeg Bu Tjitro 1925, Legenda Kuliner Jogja yang Bertahan Empat Generasi

Suasana di dalam pawon terasa sangat hangat dengan kepulan asap dari tungku kayu bakar yang terus menyala seharian. Aroma asap atau sangit dari kayu bakar segera menyambut hidung begitu kita melangkah masuk ke dalam area tersebut.

Sistem pelayanannya menggunakan cara prasmanan di mana setiap tamu diperbolehkan mengambil nasi dan lauk sendiri sesuai selera hati. Anda bisa melihat deretan baskom besar berisi berbagai hidangan lezat yang diletakkan di atas sebuah dipan bambu tua.

Rahasia Kelezatan Lele Asap Autentik

Keunggulan utama mangut lele di sini terletak pada proses pengolahan ikannya yang masih sangat menjaga tradisi leluhur dahulu. Ikan lele tidak digoreng melainkan diasap terlebih dahulu menggunakan bahan bakar alami berupa pelepah daun kelapa atau bongkok.

Proses pengasapan ini memakan waktu yang cukup lama agar daging lele matang sempurna dan memiliki tekstur yang padat. Penggunaan bongkok memberikan aroma asap yang sangat khas serta membuat rasa daging lele menjadi jauh lebih gurih sekali.

Bumbu mangut yang digunakan terdiri dari campuran cabai merah, bawang, kencur, serta santan kental yang dimasak sangat lama. Semua bumbu tersebut dihaluskan secara manual menggunakan cobek batu demi menjaga kualitas rasa autentik yang tidak pernah berubah.

Halaman Selanjutnya
img_title