Menjelang Met Gala Metropolitan Museum of Art Memperkenalkan Manekin Baru dengan Beragam Tipe Tubuh
- yahoo.com
New York City, WISATA – Kunjungi pameran Costume Art di Metropolitan Museum of Art New York. Temukan keunikan manekin inklusif yang merefleksikan keberagaman tubuh dalam balutan seni tinggi.
Bepergian ke New York City rasanya belum lengkap tanpa menginjakkan kaki di museum legendaris yang terletak di pinggiran Central Park. Bagi para pecinta pariwisata museum dunia, Metropolitan Museum of Art atau yang akrab disapa The Met, selalu punya cara untuk mengejutkan pengunjungnya. Namun, ada yang berbeda saat Anda melangkah masuk ke galeri barunya tahun ini. Alih-alih hanya disambut oleh barisan manekin tinggi, kurus, dan semampai yang biasa kita lihat di etalase toko mewah, Anda akan disuguhi pemandangan yang lebih menyentuh dan personal. Pameran bertajuk Costume Art menghadirkan deretan manekin yang merepresentasikan tubuh nyata: mulai dari tubuh yang berisi, tubuh penyandang disabilitas, hingga tubuh trans, yang semuanya memiliki cermin di bagian wajah untuk memantulkan kembali pengalaman tersebut kepada kita sebagai pengunjung.
Daya tarik pariwisata museum unik ini terletak pada pesan inklusivitas yang diusungnya. Pariwisata museum unik mancanegara kini tidak lagi hanya soal melihat benda mati, melainkan merasakan kedekatan emosional. Andrew Bolton, kurator utama di Costume Institute, mengungkapkan bahwa struktur pameran ini dibangun berdasarkan tipologi tubuh manusia yang sebenarnya bisa kita temukan di seluruh karya seni di museum tersebut. Melalui pameran ini, berpakaian bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan benang merah yang menghubungkan seluruh sejarah kemanusiaan yang tersimpan di dalam The Met.
Perpaduan Apik Antara Kanvas dan Busana
Salah satu hal yang membuat perjalanan wisata Anda ke pameran ini terasa istimewa adalah cara penyajiannya. Terdapat sekitar 400 karya seni yang diatur berpasangan secara jenius. Bayangkan Anda berdiri di depan lukisan mahakarya Georges Seurat tahun 1884, A Sunday on La Grande Jatte dan tepat di sebelahnya berdiri sebuah gaun jalanan (walking dress) dari era 1880-an yang memiliki siluet serupa. Biasanya, kita diminta melihat fashion melalui kacamata seni rupa, namun di sini, kurator justru membalikkan keadaan. Pengunjung diajak melihat karya seni klasik melalui kacamata mode atau lens of fashion.