Agrowisata Desa Nglurah: Pusat Tanaman Hias Tawangmangu yang Menjadi Surga Pecinta Flora
- karanganyarkab.go.id
Karanganyar, WISATA - Lereng Gunung Lawu selalu menyimpan sejuta pesona alam yang tidak pernah membosankan. Salah satu tempat yang sangat istimewa adalah Desa Nglurah di Kecamatan Tawangmangu. Desa ini memiliki julukan yang sangat indah yaitu Kampung Sewu Kembang. Nama tersebut diberikan karena setiap sudut desa ini dipenuhi oleh berbagai macam bunga. Pemandangan tanaman hias akan menyambut Anda mulai dari depan rumah hingga pinggir jalan.
Ketinggian desa ini mencapai seribu seratus meter di atas permukaan laut yang sejuk. Udara yang dingin membuat berbagai jenis tanaman hias dapat tumbuh dengan sangat subur. Hampir sembilan puluh lima persen warga di sini berprofesi sebagai petani bunga. Hal ini menjadikan Nglurah sebagai pusat tanaman hias terbesar yang ada di Indonesia. Anda akan merasa sedang berjalan di dalam sebuah taman bunga raksasa.
Koleksi Tanaman Hias Terlengkap dan Murah
Bagi pecinta flora, Desa Nglurah adalah surga belanja yang menawarkan pilihan sangat lengkap. Anda bisa menemukan berbagai jenis mawar, anggrek, hingga tanaman kaktus yang unik. Koleksi lainnya meliputi pucuk merah, asoka, hingga bunga krisan yang berwarna-warni sangat cantik. Harga yang ditawarkan di sini juga jauh lebih murah dibandingkan toko bunga kota. Anda bisa melakukan tawar-menawar langsung dengan para petani lokal yang sangat ramah.
Banyak pedagang dari luar kota datang ke sini untuk menyetok kebutuhan dekorasi mereka. Selain tanaman kecil, tersedia juga berbagai jenis pohon peneduh untuk taman rumah Anda. Kualitas tanaman di Nglurah sangat terjamin karena dirawat dengan teknik tradisional yang mumpuni. Wisatawan bisa belajar cara budidaya tanaman langsung dari para ahli di ladang mereka. Pengalaman edukasi ini tentu menjadi nilai tambah saat Anda berkunjung ke sini.
Tradisi Dukutan dan Kesakralan Situs Menggung
Desa Nglurah tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga kekayaan budaya yang sakral. Di sini terdapat sebuah situs purbakala peninggalan masa Hindu bernama Situs Menggung. Situs ini memiliki bentuk arsitektur punden berundak yang masih sangat terjaga dengan baik. Masyarakat setempat rutin menyelenggarakan upacara adat yang dikenal dengan nama tradisi Dukutan. Ritual ini diadakan setiap hari Selasa Kliwon pada perhitungan wuku dukut.