Nira Camper Village: Sensasi Tidur di Tengah Sawah dengan Tenda Transparan, Staycation Viral Jogja 2026

Glamping Penginapan Murah Akrab dengan Alam
Sumber :
  • Instagram: Eqonique

Yogyakarta, WISATA - Yogyakarta senantiasa memiliki magnet yang sangat kuat untuk menarik para pelancong agar kembali berkunjung ke tanah istimewa. Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di bulan Maret tahun 2026 mendatang, tren pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta mengalami pergeseran yang sangat menarik ke arah wellness tourism. Wisatawan kini cenderung menghindari hiruk-pikuk pusat kota dan lebih memilih menghabiskan waktu di akomodasi yang menawarkan isolasi serta ketenangan alam tanpa harus kehilangan kenyamanan fasilitas modern. Fenomena ini didukung oleh struktur kalender Maret 2026 yang sangat istimewa, di mana rangkaian libur nasional Hari Raya Nyepi berdekatan dengan cuti bersama Lebaran. Koridor libur panjang atau super long weekend ini diprediksi akan menarik sekitar delapan koma dua juta orang untuk membanjiri wilayah Yogyakarta. Di tengah persaingan akomodasi yang semakin ketat, Nira Camper Village muncul sebagai salah satu destinasi staycation paling viral yang merajai algoritma media sosial seperti TikTok dan Instagram.

img_title Meriahnya Temu Alumni FPP UNDIP 2026, Anjungan Joglo '90 Bawa Alumni Bernostalgia Lewat Mi Kopyok Semarang

Arsitektur Unik ala Igloo di Pelukan Alam Cangkringan

Nira Camper Village merupakan pelopor penginapan dengan konsep bubble tent pertama di Yogyakarta yang mulai diperbincangkan secara masif sejak beberapa tahun terakhir. Terletak di kawasan Kregen, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, akomodasi ini menawarkan pengalaman menginap yang sangat tidak biasa. Bangunan utamanya berbentuk bulat transparan menyerupai rumah igloo yang diletakkan persis di tengah hamparan area persawahan warga yang asri. Ukuran tenda yang cukup besar memungkinkan pengunjung untuk melihat pemandangan hijau yang terbentang luas secara langsung dari atas tempat tidur.

img_title Pesona Tenun dan Budaya Tana Toraja 2026, Saat Kain Warisan Leluhur Naik ke Panggung Mode

Material tenda terbuat dari bahan plastik khusus yang sangat kuat dan tebal sehingga mampu menghadapi cuaca di lereng Gunung Merapi. Meskipun dindingnya transparan, pengelola tetap sangat memperhatikan aspek privasi bagi para tamu yang datang bersama pasangan atau keluarga. Tersedia tirai di sekeliling tenda yang dapat ditutup sewaktu-waktu sesuai keinginan penghuni. Konsep semi-outdoor yang diterapkan di sini memberikan perspektif baru tentang bagaimana manusia bisa tetap menyatu dengan alam tanpa harus merasakan ketidaknyamanan seperti saat berkemah tradisional di hutan belantara.

Halaman Selanjutnya
img_title