Iwan Agus Setiawan dan Denyut Bazar Ramadan Ketawanggede Malang

Bazar Ramadan Ketawanggede
Sumber :
  • Handoko/Istimewa

Malang, WISATA - Ramadan selalu membawa cerita kebersamaan di setiap kampung kota. Di Ketawanggede, nama Iwan menjadi penggerak utama kegiatan warga. Iwan Agus Setiawan menghadirkan wajah Ramadan yang hangat dan produktif.

img_title Berjingkrak Bareng Mahasiswa UB, Begini Serunya Anak Muda Melebur di Festival Kampung Budoyo Ketawanggede

Iwan Agus Setiawan dikenal sebagai Ketua RT sekaligus panitia penyelenggara. Melalui sentuhan kepemimpinannya, Bazar Ramadan Ketawanggede tumbuh konsisten setiap tahun. Bazar Ramadan tahunan ini bukan sekadar agenda seremonial.

Sosok Iwan di Balik Keramaian Kertosentono

img_title Tanpa Sponsor Bank Atau BUMN, Ribuan Warga Sulap Gang Sempit Ketawanggede Jadi Festival Budaya Semarak

Setiap sore, Jalan Kertosentono berubah menjadi pusat takjil. Di balik deretan tenda biru itu, ada perencanaan matang. Iwan Agus Setiawan memastikan kegiatan berjalan tertib dan bermanfaat.

Menurut penuturannya, tujuan kegiatan ini jelas dan sederhana. Warga membutuhkan makanan sehat dan bergizi untuk berbuka. Di saat bersamaan, pelaku UMKM memerlukan ruang untuk meningkatkan omzet.

img_title Romantisme Sejarah dan Kreativitas Kontemporer yang Hidup di Pasar Klojen Malang

Ia menegaskan bahwa ratusan UMKM dilibatkan setiap musim Ramadan. Partisipasi tersebut memberi dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar. Konsep ini menjadikan bazar sebagai ruang kolaborasi, bukan sekadar pasar.

Data Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia menunjukkan UMKM menyumbang lebih dari 60 persen PDB nasional. Momentum Ramadan kerap meningkatkan penjualan sektor makanan dan minuman. Ketawanggede menjadi contoh konkret dinamika tersebut.

Visi Sosial dalam Bingkai Ramadan

Iwan Agus Setiawan melihat bazar sebagai sarana pemberdayaan. Ia mengajak warga terlibat sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan. Koordinasi dilakukan secara musyawarah agar keputusan terasa adil.

Bazar Ramadan Ketawanggede dirancang ramah mahasiswa dan keluarga. Harga makanan disesuaikan dengan daya beli masyarakat setempat. Prinsip kebermanfaatan menjadi fondasi utama kegiatan.

Menurut Badan Pusat Statistik Kota Malang, Kecamatan Lowokwaru memiliki kepadatan penduduk tertinggi. Kawasan ini juga dikenal sebagai wilayah hunian mahasiswa. Kondisi tersebut mendorong Iwan membaca peluang ekonomi musiman.

Ia memastikan keamanan dan kelancaran lalu lintas tetap terjaga. Sebagian warga dilibatkan mengatur arus kendaraan. Pendekatan partisipatif ini memperkuat rasa memiliki terhadap kegiatan bersama.

Kepemimpinan Berbasis Kebersamaan

Dalam setiap kesempatan, Iwan Agus Setiawan menekankan nilai gotong royong. Ia percaya bazar bukan hanya transaksi ekonomi. Bazar Ramadan juga menjadi ruang silaturahmi warga kampung kota.

Halaman Selanjutnya
img_title