UNDIP Kembangkan Wisata Edukasi Lingkungan Lewat Panen Jagung Organik di Tembalang
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA - Semarang tak hanya dikenal lewat Lawang Sewu atau Kota Lama. Kini, UNDIP wisata edukasi lingkungan juga mulai mencuri perhatian. Di kawasan Kampus Tembalang, Universitas Diponegoro atau UNDIP menghadirkan wajah baru pariwisata berbasis keberlanjutan. Lewat program UNDIP wisata edukasi berbasis zero waste, kampus ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah bisa menjadi pengalaman belajar yang menarik sekaligus inspiratif.
Lebih dari sekadar aktivitas akademik, UNDIP wisata edukasi lingkungan berkelanjutan ini berkembang menjadi ruang praktik nyata circular economy yang bisa dikunjungi dan dipelajari. Di sinilah publik bisa melihat langsung bagaimana sampah organik diolah menjadi kompos, lalu dimanfaatkan untuk budidaya jagung organik berkualitas.
Panen Jagung Organik di Jantung Kampus
Pada Senin, 10 Februari 2026, UPT K3L (Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan) bersama Dharma Wanita Persatuan Universitas Diponegoro melaksanakan panen jagung organik di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Kampus UNDIP Tembalang.
Jagung yang dipanen bukanlah jagung biasa. Tanaman ini dibudidayakan menggunakan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik kampus. Tidak ada pupuk kimia sintetis yang digunakan. Hasilnya, jagung tumbuh sehat, segar, dan ramah lingkungan.
Menurut Wakil Rektor Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan UNDIP, Dr. Warsito Kawedar, pendekatan ini membuktikan bahwa pengelolaan sampah tidak harus berhenti di tempat pembuangan. Melalui konsep circular economy, sampah organik diproses kembali menjadi pupuk yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Langkah ini sejalan dengan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang menyebutkan bahwa lebih dari 40 persen komposisi sampah nasional berasal dari sampah organik. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah ini berpotensi menghasilkan emisi gas metana yang memperparah perubahan iklim. Pengolahan menjadi kompos seperti yang dilakukan UNDIP menjadi solusi konkret dan terukur.
Gerakan UNDIP Zero Waste yang Visioner
Program ini tidak berdiri sendiri. Sebelumnya, bertepatan dengan Dies Natalis ke-68, Universitas Diponegoro resmi mencanangkan gerakan “UNDIP Zero Waste” di TPST Kampus Tembalang.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Rektor Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah di lingkungan UNDIP. Regulasi tersebut menekankan penerapan prinsip 5R, yaitu Refuse, Reduce, Reuse/Repair, Recycle, dan Rot. Prinsip ini diterapkan dalam seluruh aktivitas kampus, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pelayanan administrasi.