Candi Asu Sengi, Jejak Peradaban Kuno di Lereng Barat Gunung Merapi

Candi Asu Sengi
Sumber :
  • jasirah.id

Magelang, WISATA - Di lereng barat Gunung Merapi, tepatnya pada ketinggian sekitar 650 meter di atas permukaan laut, berdiri sebuah kompleks candi yang merekam jejak peradaban Jawa Kuno. Kompleks tersebut terdiri dari Candi Lumbung, Candi Pendem, dan Candi Asu yang berada di wilayah Desa Candipos, Kelurahan Sengi, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang. Ketiganya sering disebut sebagai Kompleks Candi Asu Sengi.

img_title Peziarahan Megadiversity: Out of Equator, Cerita Hari Pertama Tanpa Sinyal di Atas KM Dorolonda

Keberadaan kompleks candi ini tidak dapat dilepaskan dari kondisi geografisnya. Di sekitar kawasan mengalir Sungai Pabelan dan Sungai Tringsing yang berhulu di puncak Gunung Merapi. Kedua sungai tersebut mengalir ke arah barat dan bertemu di sekitar area Candi Lumbung. Kombinasi antara aliran sungai, lereng gunung, dan dataran subur menjadi petunjuk penting mengapa kawasan ini dipilih sebagai lokasi pendirian candi pada masa lampau.

Urutan Kunjungan dan Kondisi Terkini Candi

img_title Desa Wisata Tanpa Pantai dan Gunung di Cirebon Ini Masuk 50 Besar Terbaik Indonesia, Apa Daya Tariknya?

Jika berkunjung ke kawasan ini, candi pertama yang biasanya dijumpai adalah Candi Lumbung. Letaknya berada di sisi kanan jalan dan harus ditempuh dengan berjalan kaki melewati pematang sawah. Namun, kondisi Candi Lumbung saat ini masih berada dalam status tanggap darurat. Dampak letusan Gunung Merapi beberapa tahun silam menyebabkan lokasi candi rawan tergerus dan longsor akibat aliran lahar dingin. Demi menjaga kelestarian struktur, sebagian elemen candi untuk sementara dipindahkan.

Setelah Candi Lumbung, pengunjung akan menemukan Candi Pendem dan Candi Asu. Candi Pendem dinamai demikian karena sebagian strukturnya berada lebih rendah dari permukaan tanah di sekitarnya. Sementara itu, Candi Asu menjadi yang paling ikonik di antara ketiganya, baik dari segi ukuran maupun bentuk arsitekturnya.

img_title Wisata Budaya Bandung: Karnaval Jampana HJKB 216 Angkat Kuliner, Seni Tradisi, dan Ikon Lokal

Nilai Sejarah dan Arkeologi Candi Asu

Candi Asu diperkirakan berasal dari periode Mataram Kuno sekitar abad ke-8 hingga ke-9 Masehi, sejaman dengan berkembangnya agama Hindu dan Buddha di Jawa Tengah. Nama “Asu” sendiri dalam bahasa Jawa berarti anjing, yang diyakini merujuk pada bentuk arca atau relief tertentu yang ditemukan di kawasan tersebut.

Struktur Candi Asu dibangun dari batu andesit, material yang lazim digunakan pada bangunan suci di wilayah Jawa Tengah. Gaya arsitekturnya mencerminkan karakter candi Hindu, dengan susunan kaki, tubuh, dan atap yang tegas. Meski tidak sebesar Candi Borobudur atau Candi Prambanan, nilai historis Candi Asu tetap penting karena memperkaya pemahaman tentang persebaran pusat-pusat keagamaan di lereng Gunung Merapi.

Halaman Selanjutnya
img_title