MALIOBORO CULTURE VIBES 2025 Digelar 1-2 Desember 2025, Sajikan Ruang Publik Budaya yang Tertib, Nyaman, dan Aman

Kawasan Malioboro, Yogyakarta
Sumber :
  • kebudayaan.jogjakota.go.id

Yogyakarta, WISATA Pemerintah Kota Yogyakarta menggelar “Malioboro Culture Vibes 2025” pada tanggal 1–2 Desember 2025.

Malioboro Culture Vibes 2025” dilaksanakan sebagai upaya untuk menghadirkan wajah baru kawasan Malioboro yang tertib, nyaman, dan aman bagi seluruh pengunjung

Kegiatan ini sekaligus menegaskan komitmen Pemkot untuk menjadikan Malioboro sebagai ruang publik budaya yang hidup setiap hari, selaras dengan fungsi Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Malioboro Culture Vibes 2025” dirancang untuk mengaktifkan kembali Malioboro sebagai kawasan budaya, sekaligus ruang interaksi yang inklusif dan membahagiakan. 

Selain mendorong kreativitas, “Malioboro Culture Vibes” juga bertujuan memperkuat identitas budaya Yogyakarta, meningkatkan daya tarik wisata, serta menghadirkan suasana positif di awal pekan.

Penyelenggaraan event ini, menjadi bagian dari uji coba Malioboro sebagai zona pedestrian, di mana pengaturan kawasan dilakukan secara lebih terarah untuk memberikan pengalaman ruang publik yang tertata.

Sejumlah kebijakan diterapkan untuk mendukung Malioboro sebagai ruang publik yang ramah dan berkualitas. 

img_title Pesona Wat Phra Mahathat Kuno dalam Pusaran Sejarah dan Warisan Dunia

Kawasan Malioboro, Yogyakarta

Photo :
  • kebudayaan.jogjakota.go.id

Malioboro, kini menjadi Kawasan Tanpa Rokok.

Pengunjung yang ingin merokok diarahkan ke Tempat Khusus Merokok (TKM) yang sudah disiapkan di titik-titik tertentu.

Penataan juga dilakukan terhadap seniman jalanan atau pengisi atraksi di sepanjang Jalan Margo Utomo hingga Malioboro. 

Mereka kini melalui proses kurasi dan ditempatkan pada titik-titik atraksi resmi, sehingga pertunjukan dapat dinikmati lebih nyaman tanpa mengganggu alur pedestrian.

Malioboro Culture Vibes 2025” menghadirkan beragam kegiatan seni, budaya, olahraga, dan kuliner yang tersebar di sepanjang Titik Nol dan Malioboro. 

Rangkaian acara tersebut meliputi: 

img_title Keajaiban Taman Nasional Lorentz dari Puncak Bersalju hingga Lautan Papua yang Memukau

- Ngopi Pagi di Malioboro

- Panggung Sasana Swara Budaya

img_title Bojonegoro Dinilai Siap Jadi Kabupaten Percontohan Kawasan Tanpa Rokok, Lindungi Masyarakat dari Bahaya Asap Rokok

- Malioboro Pedestrian Fashion Show, Fashion Show tematik

- Talkshow inspiratif

- Masak besar 1.000 porsi sayur lodeh di hari pertama dan brongkos di hari kedua

- Pertunjukan tari “Kampung Menari” dari 169 kampung Kota Yogyakarta

- Penampilan bregada yang menjadi cucuk lampah atraksi marching band dari berbagai perguruan tinggi

- Lari malam “Mlayu Bareng”

- Senam Korpri

- Lomba foto tokoh Malioboro

- Fun Walk Museum Tour

- Konser musik di Titik Nol Kota Yogyakarta

Beragam kegiatan tersebut diharapkan mampu menghidupkan kembali kreativitas kota dan memperkuat posisi Malioboro sebagai ruang budaya yang dinamis.

“Penataan dan uji coba di Malioboro, kami lakukan untuk memastikan kawasan ini tetap menjadi ruang publik budaya yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua. Dengan pengelolaan yang lebih baik, pengalaman pengunjung meningkat, aktivitas seni lebih berkualitas, dan dampak ekonomi bagi pelaku usaha juga semakin terasa,” ujar Yetti Martanti selaku Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kota Yogyakarta.

Melalui “Malioboro Culture Vibes 2025”, Pemerintah Kota Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk merawat nilai-nilai Sumbu Filosofi serta memperkuat Yogyakarta sebagai kota budaya dunia. 

Peningkatan ketertiban, penataan ruang publik, dan kolaborasi lintas komunitas menjadi fondasi dalam mewujudkan Malioboro sebagai kawasan yang selaras antara aktivitas wisata, budaya, dan kenyamanan masyarakat.

Halaman Selanjutnya
img_title