Poltekpar Bali Cetak 661 Lulusan Unggul, Wamenpar Ni Luh Puspa Dorong SDM Pariwisata Tangguh dan Kreatif
- Kemenpar
Politeknik Pariwisata Bali mengukuhkan 661 lulusan pada Wisuda ke-31. Wamenpar Ni Luh Puspa mendorong generasi muda pariwisata agar kreatif, berdaya saing, dan berkarakter global.
Bali, WISATA - Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali kembali menorehkan prestasi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di sektor pariwisata. Melalui Wisuda ke-31 yang digelar di Amphiteater Watugunung, Kampus Padma Poltekpar Bali, Sabtu (8/11/2025), sebanyak 661 wisudawan resmi dikukuhkan sebagai lulusan berkualitas yang siap berkontribusi dalam membangun industri pariwisata nasional.
Momen Istimewa dan Harapan Baru untuk SDM Pariwisata
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa yang hadir secara langsung dalam acara tersebut menyampaikan rasa bangganya kepada seluruh wisudawan. Menurutnya, keberhasilan ini bukan sekadar simbol pencapaian akademik, tetapi juga wujud dedikasi, kerja keras, dan semangat pantang menyerah dalam menempuh pendidikan di bidang pariwisata yang terus berkembang.
“Hari ini adalah hari yang istimewa bagi kita semua. Kita berkumpul untuk merayakan keberhasilan sekaligus kerja keras para lulusan yang telah menuntaskan babak penting dalam perjalanan hidupnya,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa dalam sambutannya di hadapan ratusan peserta wisuda.
Ia menegaskan, wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari babak baru untuk berkarya, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta bangsa. “Saya berharap lulusan Poltekpar Bali menjadi insan yang tangguh dan berdaya cipta. Jangan hanya mencari pekerjaan, tetapi juga mampu menciptakan peluang, menggerakkan komunitas, dan membangun kemandirian,” pesannya.
Pariwisata Nasional Bangkit dan Semakin Kuat
Dalam sambutannya, Wamenpar juga menyoroti kemajuan sektor pariwisata Indonesia yang terus menunjukkan kinerja positif setelah masa pemulihan. Data tahun 2024 mencatat 13,9 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan lebih dari 1 miliar perjalanan wisatawan nusantara.
“Hingga September 2025, angka itu terus meningkat. Wisatawan mancanegara telah mencapai 11 juta kunjungan, sementara perjalanan wisatawan nusantara menembus 900 juta perjalanan. Ini bukan sekadar pemulihan, tetapi bukti bahwa pariwisata telah kembali menjadi kekuatan ekonomi nasional,” ungkapnya.
Menurut Ni Luh Puspa, capaian tersebut menegaskan pentingnya kehadiran sumber daya manusia yang tangguh, kreatif, berkarakter, dan memiliki wawasan global. Ia menambahkan bahwa peran generasi muda pariwisata menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan serta kualitas destinasi wisata Indonesia agar tetap berdaya saing di pasar internasional.