Tempe Debogan: Warisan Khas Pacitan yang Tahan Lama dan Ramah Lingkungan

Tempe Debogan
Sumber :
  • IG/oleholeh_khaspacitan

Pacitan, WISATA – Dari lereng karst hingga pasar tradisional, Kabupaten Pacitan tak hanya dikenal dengan keindahan alamnya, tetapi juga kuliner lokal yang khas. Salah satu yang mencuri perhatian adalah Tempe Debogan, variasi tempe unik yang dibungkus tidak dengan daun pisang atau plastik, melainkan menggunakan batang pisang (debog)—praktis sekaligus ramah lingkungan.

img_title Cong Kene’ Bhing Ana’ Bangkalan 2026, Upaya Libatkan Generasi Muda Lestarikan Budaya Madura

Menurut penutur lokal, seperti Edy Sunaryo, penjual Tempe Debogan di Pasar Minulyo, jenis tempe ini sudah ada sejak turun-temurun di wilayah Lorok, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan. Penggunaan batang pisang bukan sekadar pilihan estetis, namun karena kulit batang pisang memberikan ruang ideal untuk fermentasi, membuat tempe lebih padat, awet, dan tahan beberapa hari yang cocok bagi pasar lokal maupun pengiriman. Keunggulan ini menjadikannya hidangan praktis sekaligus tahan lama untuk dikonsumsi atau dijadikan oleh-oleh.

Prosedur pembuatan Tempe Debogan mengikuti tahapan klasik: rendam kedelai, rebus, pisahkan kulit ari, campur dengan ragi tempe, lalu bungkus dengan pelepah pisang, baru kemudian difermentasi hingga padat dan siap dikonsumsi. Metode ini menekankan prinsip ramah lingkungan, karena menghindari penggunaan plastik dan memanfaatkan bahan alami yang tersedia melimpah.

img_title Karapan Sapi Sampang 2026: Tradisi Khas Madura yang Dukung Wisata dan Ekonomi Lokal

Edy mencatat rata-rata penjualan mencapai 70 batang per hari, dan habis terjual kurang dari dua jam setelah dipajang. Ukuran batang pilihannya bervariasi antara 20 cm hingga 40 cm, dengan harga sekitar Rp4.000–Rp8.000 per batang, ini terjangkau, praktis, dan sarat citarasa.
Karena kelebihan tahan lama dan cita rasa gurihnya. Tempe Debogan semakin diminati sebagai oleh-oleh khas Pacitan selain mudah dibawa, unik, juga membawa cerita lokal yang kuat.

Tempe Debogan bukan sekadar makanan, ia adalah simbol kearifan lokal, kreasi berkelanjutan, dan kebanggaan kuliner Pacitan. Bagi yang berkunjung ke kota 1001 goa ini, membawa pulang sebatang Tempe Debogan bukan hanya membawa kudapan lezat, tetapi juga secuil budaya dan tradisi yang lestari—semua dalam satu lapisan pelepah pisang yang sederhana namun penuh makna.

img_title DAMRI Logistik: Cara Aman Kirim Paket ke Berbagai Daerah, Jangan Titip ke Kru Bus!

 

Sumber: jatim.nu.or.id