Libur Sekolah Berkah! Pariwisata Lokal Panen Raya!
- Antara Foto
Wisatawan Domestik Jadi Pendorong Utama
Menurut data Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), lebih dari 70 persen pergerakan wisata pada periode ini berasal dari wisatawan domestik. Mereka mendominasi kunjungan dan menjadi tulang punggung kebangkitan pariwisata.
Tren wisata pun semakin beragam. Tak hanya destinasi populer, wisata alam di desa, kuliner khas daerah, dan wisata edukasi juga menjadi pilihan favorit. Kreativitas pemerintah daerah dan pelaku usaha lokal dalam mengembangkan paket wisata menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan ini.
Dampak Positif untuk UMKM
Ledakan kunjungan wisatawan memberikan efek langsung ke pelaku UMKM. Di Malang, penjual bakso dan pedagang apel di kawasan Batu melaporkan lonjakan penjualan. Di Yogyakarta, pedagang kaki lima di Malioboro dan toko oleh-oleh meraup omzet berlipat. Di Bali, penyedia jasa sewa skuter kembali kebanjiran pelanggan.
Pariwisata terbukti memberi dampak ekonomi yang inklusif. Tidak hanya pelaku usaha besar yang menikmati hasilnya, tetapi juga pengrajin, pedagang kecil, pemandu wisata, hingga pemilik homestay di desa-desa wisata.
Menjaga Berkah agar Berlanjut
Meski prospek terlihat cerah, tantangan tetap ada. Pemerintah daerah dan pelaku usaha harus terus berupaya menjaga kualitas destinasi, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung. Infrastruktur yang memadai serta promosi yang efektif juga perlu diperkuat.
Dengan strategi yang tepat, libur sekolah bisa terus menjadi momentum emas yang berulang setiap tahun. Bukan hanya menjadi ajang liburan bagi keluarga, tetapi juga sebagai mesin penggerak perekonomian lokal yang berkelanjutan.
Sumber tulisan:
1. Badan Pusat Statistik (BPS) – Data Pertumbuhan Ekonomi Triwulan II 2025
2. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)
3. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)
4. Laporan industri pariwisata dan transportasi nasional