Hotel Syariah vs Non-Syariah: Apa Bedanya dan Mana yang Harus Dipilih?

The Amrani Syariah Hotel
Sumber :
  • The Amrani Syariah Hotel

Jakarta, WISATA - Bagi sebagian orang, istilah hotel syariah masih terdengar asing atau bahkan menimbulkan pertanyaan. Apa yang membedakan hotel syariah dengan hotel biasa atau hotel konvensional yang selama ini umum dijumpai di kota-kota besar maupun destinasi wisata?

img_title Pariwisata Ramah Muslim Terbaik Jawa Barat 2024, Bukti Keseriusan Menuju Destinasi Halal Unggulan

Memahami perbedaan antara hotel syariah dan non-syariah menjadi penting, terutama bagi wisatawan Muslim yang ingin tetap menjaga prinsip ibadah dan akhlak selama perjalanan. Tapi di sisi lain, banyak juga wisatawan yang belum mengetahui aturan khusus dari hotel berkonsep syariah dan akhirnya kaget saat diminta menunjukkan dokumen tertentu saat check-in.

Artikel ini akan menjelaskan perbedaan utama keduanya, kelebihan masing-masing, dan membantu kamu menentukan mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perjalananmu.

img_title Sekitar 10 Ribu Orang Padati Widya Puraya, Begini Serunya Jalan Sehat Dies Natalis ke-69 UNDIP Tembalang

Apa Itu Hotel Syariah?

Hotel syariah adalah hotel yang menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam operasional dan pelayanannya. Konsep ini tidak hanya soal larangan minuman keras atau makanan haram, tapi juga menyangkut tata kelola hotel, etika pelayanan, hingga cara menerima tamu yang menginap.

img_title Jalan Kaki Santai Menyusuri Prambanan dan Desa Tradisional, Jogja International Heritage Walk 2026 Segera Digelar

Beberapa hotel syariah bahkan telah tersertifikasi secara resmi dari instansi berwenang seperti Kementerian Pariwisata dan MUI.

Berikut ciri umum hotel syariah:

  • Tidak menerima pasangan lawan jenis yang belum sah secara hukum dan agama. Biasanya tamu akan diminta menunjukkan buku nikah atau kartu keluarga.
  • Tidak menyediakan atau menjual minuman beralkohol dan makanan yang tidak halal.
  • Menyediakan fasilitas ibadah seperti mushola, sajadah, dan penunjuk arah kiblat di kamar.
  • Staf hotel berpakaian sopan dan menutup aurat, sesuai dengan adab Islam.
  • Tersedia pemisahan area laki-laki dan perempuan untuk beberapa fasilitas seperti kolam renang atau spa (jika ada).
  • Ada pengingat waktu salat atau informasi jadwal salat di setiap kamar.

Apa Itu Hotel Non-Syariah?

Hotel non-syariah atau hotel konvensional adalah hotel pada umumnya yang tidak menerapkan aturan berdasarkan hukum Islam dalam operasionalnya. Hotel jenis ini lebih fleksibel dalam menerima tamu, tanpa mempersoalkan status hubungan, pakaian, atau konsumsi makanan dan minuman.

Fitur umum hotel non-syariah meliputi:

  • Tidak mensyaratkan buku nikah bagi pasangan lawan jenis.
  • Menyediakan fasilitas umum tanpa pemisahan gender.
  • Beberapa hotel menyediakan atau menjual alkohol, baik di minibar kamar maupun di restoran atau bar hotel.
  • Tidak ada keharusan menyediakan fasilitas ibadah di kamar.
  • Tidak ada larangan khusus terkait aktivitas tamu selama tidak melanggar hukum negara atau tata tertib hotel.
Halaman Selanjutnya
img_title