Bola Baja Cup 2026 Resmi Digelar di Unesa, Ajang Pembinaan Atlet Petanque Menuju SEA Games 2027
- unesa.ac.id
Surabaya, WISATA – Sebanyak 420 atlet dari berbagai daerah ambil bagian dalam International Invitational Petanque Tournament "Bola Baja Cup" 2026 yang digelar di Lapangan Petanque Cak Hasan, Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Kejuaraan yang berlangsung pada 7–9 Juli 2026 ini menjadi salah satu ajang penting dalam pembinaan atlet petanque Indonesia menuju level internasional.
Turnamen yang diselenggarakan dalam rangka Dies Natalis ke-62 Unesa sekaligus memperingati Bastille Day atau Hari Nasional Prancis tersebut dibuka oleh Ketua KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. Acara pembukaan juga dihadiri Ketua Umum PB Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI), jajaran KONI Jawa Timur, serta Direktur Institut Français d'Indonésie (IFI) Surabaya, Vincent Parade.
Peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari 10 provinsi, ditambah sejumlah tim dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Timur. Mereka bersaing dalam berbagai kategori, mulai dari pelajar tingkat SD hingga kategori umum dan eksekutif.
Ketua KONI Pusat Marciano Norman menilai penyelenggaraan Bola Baja Cup menjadi bukti berkembangnya olahraga petanque di Indonesia. Menurutnya, kompetisi semacam ini memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem pembinaan atlet sekaligus memperluas ekosistem olahraga petanque agar semakin kompetitif.
Ia berharap frekuensi penyelenggaraan kejuaraan terus meningkat sehingga semakin banyak atlet muda memiliki kesempatan mengasah kemampuan melalui pertandingan yang berkualitas.
Apresiasi juga datang dari Direktur IFI Surabaya, Vincent Parade. Ia mengaku terkesan melihat tingginya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap olahraga yang berasal dari Prancis tersebut. Menurutnya, perkembangan kualitas atlet dan sistem kompetisi di Indonesia menunjukkan kemajuan yang sangat positif.
Sementara itu, Ketua Pengprov FOPI Jawa Timur sekaligus Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko, menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak lahir secara instan, melainkan melalui pembinaan yang terencana, berjenjang, dan berkelanjutan. Karena itu, penyelenggaraan kompetisi rutin menjadi bagian penting dalam mencetak atlet berprestasi.
Senada dengan hal tersebut, Ketua KONI Jawa Timur Muhammad Nabil mengatakan bahwa pengalaman bertanding memiliki peran yang sama pentingnya dengan latihan. Ia bahkan mendorong agar kejuaraan petanque dapat digelar sedikitnya empat kali setiap tahun sebagai sarana meningkatkan mental, teknik, dan daya saing atlet.