Kemenpora Optimalkan Car Free Day Lewat Gerakan GEMAR, Target Partisipasi Olahraga Nasional 47,5 Persen pada 2029
- IG/kemenpora
Jakarta, WISATA – Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) terus mendorong masyarakat untuk lebih aktif berolahraga melalui berbagai program pembudayaan olahraga. Salah satu langkah strategis yang digalakkan adalah Gerakan Masyarakat Aktif & Bugar (GEMAR), yang memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) sebagai ruang publik untuk aktivitas olahraga yang mudah diakses oleh semua kalangan.
Program ini dirancang agar olahraga tidak lagi dipandang sebagai kegiatan eksklusif, tetapi menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari masyarakat. Melalui GEMAR, kawasan Car Free Day diharapkan menjadi pusat aktivitas fisik seperti senam massal, jogging, bersepeda, hingga berbagai olahraga komunitas yang dapat diikuti oleh masyarakat dari berbagai usia secara gratis dan inklusif.
Kemenpora menilai Car Free Day memiliki potensi besar karena menghadirkan ruang publik yang aman dari kendaraan bermotor sehingga masyarakat bisa bergerak bebas tanpa polusi dan gangguan lalu lintas. Kegiatan ini biasanya digelar pada akhir pekan dan telah menjadi kebiasaan di sejumlah kota besar sebagai ruang interaksi sosial sekaligus sarana rekreasi sehat.
Melalui gerakan GEMAR, pemerintah menargetkan peningkatan partisipasi masyarakat dalam olahraga hingga mencapai 47,5 persen pada tahun 2029. Target tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperbaiki Indeks Pembangunan Olahraga nasional. Saat ini, tingkat partisipasi olahraga masyarakat Indonesia masih berada di kisaran 26,3 persen sehingga diperlukan berbagai strategi untuk mendorong masyarakat lebih aktif bergerak.
Sebagai langkah awal menuju gerakan nasional, mulai tahun 2026 kegiatan Car Free Day direncanakan hadir di seluruh kabupaten dan kota di Pulau Jawa, sebelum diperluas ke wilayah lain di Indonesia. Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga yang murah, dekat, dan mudah dijangkau.
Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi dengan komunitas olahraga, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat agar kegiatan olahraga di ruang publik dapat berlangsung secara rutin dan berkelanjutan. Pendekatan berbasis komunitas dinilai efektif untuk membangun budaya olahraga yang kuat di tengah masyarakat.
Pada akhirnya, program GEMAR tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran fisik masyarakat, tetapi juga membangun fondasi sumber daya manusia yang lebih sehat dan produktif. Sebab, Indonesia yang kuat berawal dari masyarakat yang aktif bergerak, sehat, dan bugar.