Megawati Hangestri Bermain di Turki dengan Hijab: Euforia Pecah, Isu Larangan Menghantui, Apa Faktanya?
- Tvonenews.com
Jakarta, WISATA - Megawati Hangestri mencetak sejarah sebagai pevoli putri Indonesia pertama yang bermain di kompetisi Eropa, usai resmi direkrut oleh Manisa BBSK, klub yang berlaga di Kadinlar 1 Ligi, atau kasta kedua Liga Voli Turki.
Kabar perekrutan ini diumumkan bertepatan dengan momen bahagia pernikahan Megawati dengan Dio Novandra pada Jumat (4/7/2025). Manisa BBSK menyambutnya dengan antusias, menandai awal baru karier internasional ‘Megatron’ di benua biru.
Reaksi Campur Aduk dari Publik Turki
Meski banyak pujian berdatangan untuk prestasi dan kemampuan Megawati di lapangan, tak semua pihak di Turki menyambut dengan hangat.
Sebagian netizen dan pendukung klub lain justru memperdebatkan satu hal yang selama ini menjadi ciri khas Megawati: penampilannya yang mengenakan hijab saat bertanding.
Isu ini muncul karena Turki memiliki sejarah panjang tentang larangan penggunaan hijab di ruang-ruang publik, termasuk dunia olahraga.
Fakta Sejarah: Larangan Hijab di Turki, Masih Berlaku?
Sejak berdirinya Republik Turki oleh Mustafa Kemal Atatürk pada 1924, negara itu menganut prinsip sekularisme yang ketat, dengan pemisahan tegas antara agama dan negara.
Sebagai dampaknya, muncul berbagai kebijakan kontroversial, salah satunya larangan menggunakan hijab di institusi pemerintahan, pendidikan, dan olahraga, terutama setelah tahun 1997.
Larangan tersebut sempat diperkuat oleh putusan sejumlah lembaga pendidikan dan universitas yang melarang mahasiswinya berhijab, termasuk atlet kampus.
Namun, situasi mulai berubah sejak amandemen konstitusi pada 2008, yang membuka ruang pelonggaran terhadap aturan berpakaian berbasis kepercayaan agama.
Puncaknya, pada Oktober 2013, ketika Recep Tayyip Erdogan – saat itu menjabat sebagai Perdana Menteri – menghapus larangan penggunaan hijab di semua sektor, termasuk parlemen, pemerintahan, hingga lembaga pendidikan dan olahraga.
Kebebasan Beragama Dijamin Undang-Undang
Kini, kebebasan mengenakan hijab di Turki bahkan telah dilindungi oleh hukum internasional. Pasal 9 Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa (ECHR) menyatakan bahwa:
“Hijab merupakan bentuk ekspresi dalam lingkup kebebasan beragama dan berkeyakinan.”
Dengan perlindungan ini, setiap atlet Muslim, termasuk Megawati Hangestri, memiliki hak sah untuk tampil dengan hijab di lapangan.
Turki Pernah Melawan untuk Hijab