Dihina Media Italia! Jay Idzes Disebut 'Tak Terkenal Tapi Punya 2,6 Juta Fans' — Sindiran Gegerkan Indonesia!
- Tvonenews.com
Jakarta, WISATA — Fenomena kepopuleran para pemain Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan dunia internasional. Kali ini, salah satu media olahraga papan atas asal Italia, Gianluca Di Marzio, melontarkan sindiran pedas terhadap besarnya antusiasme masyarakat Indonesia terhadap bintang-bintang Tim Garuda, terutama sang kapten, Jay Idzes.
Dalam sebuah artikel eksklusif yang diunggah di situs resmi mereka, Gianluca Di Marzio dengan lugas menyatakan bahwa kepopuleran para pemain Timnas Indonesia di media sosial tidak sejalan dengan prestasi mereka di level sepak bola dunia. Sindiran ini langsung menyulut diskusi panas di jagat maya tanah air.
“Indonesia dan sepak bola. Pasangan yang tidak membangkitkan emosi besar di kalangan penggemar sepak bola di seluruh dunia. Namun, di Indonesia, sepak bola adalah hal serius yang harus dibagikan dan dirayakan sebanyak-banyaknya,” tulis mereka.
Media tersebut secara spesifik menyoroti Jay Idzes, kapten Timnas Indonesia yang kini bermain di klub Serie A, Venezia. Mereka menyebut nama Idzes nyaris tidak dikenal di Italia, namun justru memiliki lebih dari 2,6 juta pengikut di Instagram, angka yang mencengangkan bahkan untuk pesepakbola yang bermain di liga top Eropa.
“Sebuah profil yang tidak begitu dikenal di negara kami tetapi, untuk mengonfirmasi apa yang telah dikatakan, memiliki 2,6 juta pengikut di Instagram. Bintang sungguhan,” tulis media itu dengan nada sindiran.
Tak hanya Jay Idzes, nama Marselino Ferdinan juga masuk dalam sorotan. Penampilan impresif Marselino saat mencetak dua gol melawan Arab Saudi pada 19 November 2024 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 disebut sebagai momen yang melejitkan popularitas digitalnya secara drastis.
Media asal Italia itu kemudian mengupas fenomena culture fanatisme suporter Indonesia, yang dianggap terlalu melibatkan diri dalam kehidupan para pemain. Bahkan, beberapa pemain disebut mengeluhkan dampak dari kepopuleran tersebut, termasuk terganggunya kehidupan pribadi dan keluarga mereka.
“Karena berkali-kali pemain mengeluhkan tentang popularitas ini, yang merampas privasi mereka dan keluarga serta kemungkinan untuk dapat menjalankan aktivitas sehari-hari yang sederhana,” lanjut laporan tersebut.
Lebih jauh, Gianluca Di Marzio mengkritisi ketidakseimbangan antara pencapaian profesional para pemain Timnas Indonesia dan jumlah pengikut mereka di media sosial. Dalam kalimat tajamnya, mereka menyebut bahwa hampir semua pemain Indonesia memiliki jutaan pengikut meski belum berprestasi besar secara internasional.
“Semua anggota tim Indonesia memiliki jutaan pengikut di jejaring sosial mereka, meskipun mereka belum terlalu sukses dari sudut pandang profesional,” sindirnya lagi.
Namun di balik semua sindiran tersebut, mereka tetap mengakui bahwa menjadi pesepakbola di Indonesia memiliki daya tarik tersendiri. Popularitas yang besar dapat menjadi kehormatan, tetapi juga mendatangkan tekanan psikologis luar biasa.
“Pendek kata, menjadi pesepakbola di Indonesia mendatangkan banyak kehormatan namun sayangnya juga beban yang kurang mengenakkan,” tutup artikel tersebut.
Jay Idzes Dipanggil Patrick Kluivert: Waktunya Buktikan Diri
Di tengah badai kritik dari media internasional, pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert justru mengumumkan pemanggilan resmi Jay Idzes untuk memperkuat Garuda dalam laga hidup-mati kontra China pada 5 Juni 2025 mendatang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.
Kehadiran Idzes di lini belakang diharapkan bisa membungkam kritik dan menjadi pembuktian bahwa ketenarannya bukan hanya karena algoritma media sosial, tetapi juga karena kontribusi nyata di atas lapangan.
Laga kontra China menjadi momen krusial dalam perjalanan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Idzes diharapkan bisa menjadi figur penting dalam menjaga kokohnya lini pertahanan Skuad Garuda, terutama mengingat tantangan berat lainnya menanti saat menghadapi Jepang di Suita City Stadium pada laga penutup grup.
Respons Netizen Indonesia: Antara Bangga dan Tersinggung
Artikel yang dilansir oleh Gianluca Di Marzio sontak memicu gelombang reaksi dari netizen Indonesia. Banyak yang merasa bangga karena nama pemain nasional kini diperbincangkan media Eropa, tetapi tak sedikit pula yang tersinggung karena narasi yang dianggap meremehkan sepak bola nasional.
"Mereka boleh mencibir, tapi kita akan buktikan di lapangan," tulis salah satu pengguna X (Twitter).
"Jay Idzes tetap kapten kebanggaan kita. Followers banyak bukan dosa," komentar lainnya di Instagram.
Popularitas vs Prestasi — Mampukah Idzes Jawab Kritik?
Popularitas pemain Timnas Indonesia di media sosial memang mencerminkan besarnya cinta masyarakat terhadap sepak bola tanah air. Namun, kritik dari media luar negeri seperti Gianluca Di Marzio harus dijadikan cambuk bagi para pemain untuk terus berkembang dan mencetak prestasi di kancah internasional.
Kini, semua mata akan tertuju pada Jay Idzes. Akankah ia mampu menjawab kritik lewat penampilan gemilang saat melawan China dan Jepang? Ataukah popularitas digital akan tetap lebih mencolok dari performa di lapangan?
Satu hal yang pasti, menjadi bintang di Timnas Indonesia bukan hanya soal jumlah pengikut, tetapi tentang kemampuan untuk membawa Merah Putih terbang tinggi di pentas dunia.