AURIS, Timbangan Pintar UNAIR Bantu Barista Tunanetra Bekerja Lebih Mandiri

Ilustrasi Timbangan Purwarupa AURIS
Sumber :
  • unair.ac.id

Surabaya, WISATA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menghadirkan inovasi teknologi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya penyandang disabilitas. Melalui program pendanaan UNAIR SustainAction, Tim Rasena dari Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) mengembangkan AURIS atau Auditory Responsive Intelligent Scale, timbangan pintar bersuara yang ditujukan untuk membantu barista tunanetra.

img_title Potensi Ekowisata Prafi Manokwari dan Strategi Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

Inovasi tersebut lahir setelah Tim Rasena berdiskusi langsung dengan Komunitas Mata Hati (KMH) Surabaya. Awalnya, tim berencana membuat tongkat pintar bagi penyandang disabilitas. Namun, kebutuhan di lapangan menunjukkan bahwa barista tunanetra di UMKM KopiCék lebih membutuhkan alat yang dapat membantu mereka menakar kopi secara mandiri.

Perwakilan Tim Rasena, Jessica Rahma Valere Satyo, menjelaskan AURIS mengubah data berat dari load cell menjadi informasi suara secara real-time. Pengguna juga dapat memasukkan target berat atau dosing sesuai kebutuhan.

img_title Hari UMKM Internasional: Pakar UNAIR Soroti Tantangan SDM hingga Pentingnya Sinergi untuk Naik Kelas

Ketika kopi dituangkan, sistem memberikan umpan balik melalui suara dan buzzer. Bunyi akan berhenti setelah takaran yang ditentukan tercapai. Dengan sistem tersebut, barista dapat mengukur bahan secara lebih presisi tanpa harus mengandalkan penglihatan.

Pengembangan AURIS dilakukan melalui serangkaian pengujian bersama para barista KMH. Tim bahkan melakukan pengujian hingga dini hari untuk menemukan dan memperbaiki berbagai kendala teknis. Masalah suara dan tingkat presisi sempat menjadi tantangan, tetapi masukan pengguna justru membantu tim menyempurnakan desain serta fungsi alat.

img_title Wisuda Bersama Satu Keluarga di UNAIR, Ashanty Raih Gelar Doktor, Anang dan Azriel Selesaikan Magister

Salah satu penyesuaian dilakukan pada bodi AURIS yang menggunakan teknologi 3D printing. Desain dibuat lebih fleksibel sehingga perangkat lebih mudah dibuka ketika membutuhkan perbaikan.

Setelah melalui proses penyempurnaan, AURIS resmi disosialisasikan secara luring di lingkungan UNAIR. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Dekan I FTMM, Prof. Dr. Ni’matuzahroh, Dra.

Pengembangan AURIS mendapat dukungan dari ekosistem UNAIR, mulai dari pendanaan SDGs, fasilitas FTMM, hingga dukungan Sarpras UNAIR. Ke depan, Tim Rasena berencana terus mengembangkan perangkat tersebut agar manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak penyandang disabilitas netra.

Satu unit AURIS juga direncanakan diberikan kepada Airlangga Inclusive Learning (AIL) UNAIR untuk pengembangan dan pengujian lanjutan. Inovasi ini sekaligus mendukung sejumlah tujuan pembangunan berkelanjutan, termasuk pekerjaan layak, pengurangan ketimpangan, inovasi teknologi, komunitas berkelanjutan, serta kemitraan.

Halaman Selanjutnya
img_title