Nyanyi Dangdut Berbalut Pakaian Adat, Begini Serunya Mahasiswa Asing UNDIP Rayakan 17 Agustus
- UNDIP.ac.id
Semarang, WISATA - Taman Wiyata Hangreksa Gapuraning Nagara di Gedung Widya Puraya, Universitas Diponegoro (UNDIP), sore itu terasa berbeda dari biasanya. Alih-alih hening seperti biasa, taman ini justru dipenuhi alunan lagu-lagu Indonesia yang dinyanyikan dengan logat khas dari berbagai penjuru dunia. Jumat, 14 Agustus 2026, pukul 15.30 WIB, Kantor Urusan Internasional UNDIP (KUI UNDIP) menggelar Clash of Patriots 2026 Pitulasan, sebuah kompetisi menyanyi unik yang mempertemukan mahasiswa internasional UNDIP dalam suasana perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang kreatif, inklusif, dan sarat keberagaman budaya.
Rektor Buka Acara dengan Suara Emas
Yang membuat pembukaan acara ini kian istimewa, Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si., tidak sekadar memberi sambutan formal di podium. Ia justru turun langsung membuka acara dengan menyanyikan dua lagu populer, "Jangan Paksa Rindu" dan "Ikan dalam Kolam". Tepuk tangan riuh pun menggema di seantero Widya Puraya, sekaligus menyulut semangat para kontestan yang tak sabar menampilkan kebolehan mereka menyanyikan lagu Indonesia dalam berbagai genre, mulai dari pop, koplo, hingga dangdut.
Dalam sambutannya, Prof. Suharnomo menyampaikan kebanggaannya kepada seluruh mahasiswa internasional yang telah bersungguh-sungguh belajar menghafal lagu berbahasa Indonesia. “Kami sangat bangga dengan teman-teman mahasiswa internasional yang sudah semangat belajar menghafal lagu berbahasa Indonesia. Kami tunggu penampilan meriah, show your confidence in singing Indonesian songs,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari rilis resmi Komunikasi Publik UNDIP.
Enam Kontestan dari Empat Benua Berbeda
Kompetisi menyanyi ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa internasional aktif UNDIP, dengan total enam kontestan yang tampil baik secara solo maupun kelompok. Para peserta berasal dari negara-negara yang jaraknya membentang jauh dari Indonesia, di antaranya Yaman, India, Pakistan, Madagaskar, Zimbabwe, dan Tanzania, sebuah bukti nyata betapa luasnya jejaring internasionalisasi yang telah dibangun UNDIP selama ini.
Untuk memastikan penilaian yang objektif, panitia menghadirkan dua juri berpengalaman, yaitu Prof. Ir. Tri Winarni Agustini, M.Sc., Ph.D., selaku Ketua Senat Akademik UNDIP, dan Prof. Dr. Ir. Hadiyanto, S.T., M.Sc., IPU., yang menjabat sebagai Direktur Reputasi, Kemitraan, dan Konektivitas Global UNDIP. Kehadiran kedua sosok ini menegaskan bahwa acara ini bukan sekadar hiburan semata, melainkan juga mendapat perhatian serius dari jajaran pimpinan kampus.