Mengenal Hasil Hutan Bukan Kayu Bernilai Tinggi untuk Beragam Industri

Getah Pinus
Sumber :
  • IG/ditjenphl

Jakarta, WISATA – Getah pinus merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang memiliki nilai ekonomi penting. Cairan kental yang keluar dari pohon pinus ketika mengalami luka atau penyadapan ini ternyata bukan sekadar produk sampingan dari kawasan hutan. Melalui proses pengolahan dan penyulingan, getah pinus dapat menghasilkan berbagai bahan baku industri, terutama gondorukem dan terpentin.

img_title Rupiah Tertekan ke Level Rp18.000: Dilema Industri Pariwisata di Tengah Badai Inflasi Impor

Dalam pengelolaan hasil hutan, pemanfaatan getah pinus menjadi contoh bagaimana kawasan hutan dapat memberikan manfaat ekonomi tanpa harus menebang pohonnya. Getah dikumpulkan melalui penyadapan, kemudian diolah untuk memisahkan komponen padat dan cair. Perhutani sendiri mengembangkan getah pinus sebagai bahan baku industri nonkayu dan mengolahnya menjadi gondorukem serta terpentin.

Gondorukem merupakan produk padat hasil penyulingan getah pinus. Produk ini banyak dimanfaatkan sebagai bahan dasar industri cat, lem, sabun, tinta, pelapis kertas, hingga politur. Turunan gondorukem juga digunakan dalam industri perekat atau adhesive. Perhutani menyebut produk gondorukemnya telah memenuhi standar SNI 7636:2020.

img_title Pulau Jawa Masih Jadi Jantung Ekonomi Indonesia, BPS: Sumbang 56,68 Persen dari PDB Nasional!

Sementara itu, proses penyulingan juga menghasilkan minyak terpentin. Cairan ini memiliki kemampuan sebagai pelarut dan dimanfaatkan dalam pembuatan cat serta berbagai produk kimia. Turunan terpentin juga dapat digunakan sebagai bahan baku parfum, disinfektan dan berbagai kebutuhan industri lainnya.

Potensi getah pinus tidak berhenti pada kebutuhan industri berat. Produk turunannya juga memiliki pemanfaatan pada sektor farmasi dan kesehatan. Dalam industri tertentu, turunan resin dapat digunakan sebagai bahan formulasi, sementara pemanfaatan tradisional resin pinus juga telah dikenal di sejumlah masyarakat. Namun, penggunaan untuk tujuan kesehatan tetap perlu memperhatikan jenis produk, proses pemurnian, dosis, serta keamanan penggunaannya.

img_title Revolusi Industri dengan Drone: Penerapan yang Mengubah Cara Kita Bekerja di Berbagai Sektor

Di bidang kecantikan, turunan getah pinus dapat masuk ke dalam rantai bahan baku berbagai produk seperti perawatan kulit dan kosmetik. Sementara komponen minyak atsiri dari pinus juga memiliki karakter aroma khas yang membuatnya berpotensi digunakan dalam produk pewangi dan aromaterapi.

Menariknya, getah pinus juga dapat dikembangkan menjadi berbagai produk kreatif. Resin dan turunannya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan lilin, bahan pelapis, hingga produk kerajinan tertentu. Dengan demikian, satu komoditas dari hutan dapat memiliki rantai nilai yang panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title