UNDIP Kirim 100 Akademisi ke Perbatasan RI-Papua Nugini Lewat Ekspedisi Patriot 2026
- UNDIP.ac.id
Keerom, WISATA – Universitas Diponegoro (UNDIP) menerjunkan 20 Tim Ekspedisi Patriot yang terdiri atas 100 akademisi ke Kabupaten Keerom, Provinsi Papua. Kehadiran tim tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung percepatan pembangunan dan transformasi kawasan transmigrasi, khususnya di wilayah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini.
Diterima Langsung Pemkab Keerom di GOR Girgura Kensuwri
Rombongan Tim Ekspedisi Patriot UNDIP tiba di Kabupaten Keerom pada Sabtu, 1 Agustus 2026, dan diterima secara resmi oleh Pemerintah Kabupaten Keerom di Gedung Olahraga Girgura Kensuwri, Kampung Workwana, Distrik Arso. Wakil Bupati Keerom, Daud, menyampaikan apresiasi atas keterlibatan UNDIP dalam mendukung pembangunan kawasan transmigrasi di wilayahnya. Menurutnya, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot menjadi bentuk sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi. "Kehadiran Tim Ekspedisi Patriot Universitas Diponegoro ini merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi pemerintah serta masyarakat Keerom," ujar Daud.
Empat Bulan Mengabdi di Distrik Senggi dan Web
Selama kurang lebih empat bulan, tim akan melaksanakan penelitian, kajian lapangan, serta pendampingan kepada masyarakat. Kegiatan akan dipusatkan di dua wilayah perbatasan, yaitu Distrik Senggi dan Distrik Web. Wabup Daud menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Keerom mendukung program strategis Kementerian Transmigrasi tersebut. Kabupaten Keerom memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, antara lain pada sektor pertanian, perkebunan, sumber daya alam, serta kekayaan sosial dan budaya masyarakat. "Kami berharap kehadiran Tim Ekspedisi Patriot dapat menggali potensi daerah, memberikan inovasi, serta menyusun rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat," katanya. Pemerintah Kabupaten Keerom juga berkomitmen mendukung pelaksanaan program agar dapat mendorong terwujudnya kawasan transmigrasi yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Dari Pemetaan Masalah ke Solusi Percontohan yang Bisa Diuji Coba
Koordinator TEP UNDIP 2026, Prof. Wiwandari Handayani, menjelaskan bahwa pelaksanaan Ekspedisi Patriot tahun 2026 memiliki orientasi yang lebih aplikatif dibandingkan program sebelumnya. Tim tidak hanya melakukan pemetaan potensi dan identifikasi permasalahan, tetapi juga diarahkan untuk menghadirkan solusi yang dapat langsung diuji dan diterapkan di lapangan. Sejalan dengan arahan Menteri Transmigrasi, program tahun kedua ini menekankan pada penyusunan dan penerapan pilot solution atau solusi percontohan. Dengan pendekatan tersebut, hasil kajian diharapkan tidak berhenti pada rekomendasi teoretis, tetapi dapat berkembang menjadi model penyelesaian masalah yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.