Doktor di Usia 73 Tahun, Kisah J L M Siahaan Wisudawan Tersenior UNDIP demi Sejarah Toba

Tak Ada Kata Terlambat, Siahaan Raih Gelar Doktor di FIB UNDIP di Usia 73 Tahun
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA – Di tengah ratusan wisudawan yang merayakan kelulusan, sosok Dr. J L M Siahaan mencuri perhatian. Pada usia 73 tahun, ia menjadi wisudawan paling senior yang turut dilantik pada prosesi wisuda ke-183 Universitas Diponegoro tahap 5 yang digelar pada Jumat, 31 Juli 2026 di gedung Muladi Dome kampus UNDIP Tembalang. Dr. J L M Siahaan berhasil menyelesaikan studi pada Program Doktor Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.

img_title Wisata Lumpur Lapindo: Menyusuri Deretan Patung Ikonik dan Jejak Bencana Geologi Terbesar di Porong Sidoarjo

Wisudawan Tersenior di Wisuda ke-183 UNDIP

Wisuda ke-183 UNDIP sendiri digelar dalam lima tahap sepanjang 27 hingga 31 Juli 2026, meluluskan ribuan wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari program sarjana hingga doktor. Di antara ribuan wisudawan tersebut, kehadiran Dr. J L M Siahaan yang berusia 73 tahun menjadi sorotan tersendiri. Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UNDIP, Prof. Dr. rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., menyampaikan apresiasi kepada JLM Siahaan yang berhasil lulus program doktor sejarah di usia 73 tahun. "Kelulusan ini menjadi bukti bahwa semangat menuntut ilmu tidak dibatasi oleh usia," ujarnya. Bagi Dr. J L M Siahaan, belajar merupakan proses yang berlangsung sepanjang hayat, terlebih ketika ilmu yang dimiliki masih dibutuhkan oleh masyarakat.

img_title 6 Fakta Menarik Kelapa Sawit: Sejarah, Produktivitas, dan Perannya bagi Ekonomi Indonesia

Dari Konsultan Jalan dan Jembatan ke Bangku Doktoral

Sebelum menempuh pendidikan doktor, Dr. J L M Siahaan telah meniti karier panjang sebagai konsultan survei dan perencanaan jalan raya serta jembatan. Lulusan Sarjana (S1) Institut Teknologi Bandung (ITB) ini kemudian melanjutkan pendidikan Magister (S2) di University of Pennsylvania pada bidang Transportation Economic Development. Latar belakang keilmuan yang jauh dari dunia sejarah ini justru menjadi bukti betapa luasnya cakrawala keilmuan yang ditekuni Dr. J L M Siahaan sepanjang hidupnya, sebelum akhirnya menemukan panggilan baru di bidang sejarah dan budaya pada usia yang tidak lagi muda.

img_title Sejarah Keraton Sumenep, Satu-Satunya Keraton yang Masih Berdiri Megah di Jawa Timur

Panggilan Sejarah Toba yang Tak Bisa Diabaikan

Di luar profesinya sebagai praktisi, Dr. J L M Siahaan juga aktif menulis dan menjadi narasumber dalam berbagai seminar yang membahas sejarah dan budaya, khususnya mengenai kawasan Toba. Aktivitas tersebut menjadi alasan utama dirinya memilih melanjutkan studi ke jenjang doktor di Program Studi Sejarah Universitas Diponegoro. "Selama ini saya masih sering diminta menjadi narasumber mengenai sejarah dan budaya Toba. Karena itu, saya ingin memperdalam ilmu agar apa yang saya sampaikan memiliki landasan akademik yang semakin kuat," ujarnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa keputusannya melanjutkan pendidikan bukan sekadar mengejar gelar, melainkan tanggung jawab moral agar pengetahuan yang ia bagikan kepada publik memiliki dasar keilmuan yang kokoh.

Halaman Selanjutnya
img_title