BRIN Kembangkan Pemuliaan Ikan Papuyu, Dorong Jadi Komoditas Akuakultur Unggulan Indonesia
- IG/naturalistpainting
Jakarta, WISATA – Ikan papuyu, salah satu ikan air tawar khas Indonesia, berpeluang besar dikembangkan menjadi komoditas unggulan akuakultur. Tingginya permintaan konsumsi membuat ikan ini memiliki nilai ekonomi menarik. Namun, pasokan papuyu saat ini masih banyak bergantung pada hasil tangkapan dari alam.
Kondisi tersebut mendorong Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan strategi pemuliaan untuk menghasilkan benih dan induk papuyu berkualitas secara berkelanjutan. Peneliti Pusat Riset Budidaya Air Tawar BRIN, Imron, menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan produktivitas dan nilai ekonomi ikan papuyu.
Salah satu kendala dalam budi daya papuyu adalah ukuran ikan yang tidak seragam ketika panen. Kondisi ini berdampak langsung terhadap harga jual karena hanya ikan dengan kualitas terbaik yang memperoleh harga premium. Perbedaan pertumbuhan tersebut berkaitan dengan faktor genetik dan perbedaan pertumbuhan antara ikan jantan dan betina.
Untuk mengatasinya, BRIN menginisiasi Program Pemuliaan Papuyu Terpadu (PPPT). Program ini mencakup pengumpulan dan karakterisasi sumber daya genetik, pengembangan marka genetik, hibridisasi, serta seleksi berkelanjutan.
Salah satu teknologi yang dikembangkan adalah marka genetik untuk mengidentifikasi jenis kelamin ikan lebih awal. Pendekatan tersebut mendukung pengembangan populasi papuyu betina monoseks karena ikan betina diketahui memiliki pertumbuhan lebih cepat dibandingkan jantan, bahkan dapat mencapai sekitar 1,4 hingga dua kali lipat.
Teknologi neo-male juga menjadi bagian dari strategi tersebut. Melalui teknologi ini, ikan betina dapat diarahkan menjadi jantan fungsional untuk menghasilkan keturunan yang seluruhnya betina ketika digunakan dalam pemijahan tertentu.
BRIN juga menerapkan analisis genetik menggunakan metode mixed model untuk memperkirakan nilai pemuliaan atau Estimated Breeding Value (EBV) sekaligus mengendalikan tingkat inbreeding. Pendekatan ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas genetik tanpa mengurangi keragaman genetik populasi.
Program pemuliaan papuyu membutuhkan penelitian jangka panjang, pendanaan, serta kolaborasi lintas disiplin. Jika berhasil, upaya tersebut diharapkan dapat mengubah papuyu dari komoditas ikan rawa yang masih bergantung pada alam menjadi salah satu andalan akuakultur Indonesia.
Sumber: brin.go.id