Ponpes Dalwa Pasuruan: Pesantren Modern yang Padukan Ilmu Agama, Teknologi dan Kreativitas Santri
- kemenag.go.id
Pasuruan, WISATA – Pondok Pesantren Darullughah Wadda'wah (Dalwa) di Pasuruan, Jawa Timur, menunjukkan bahwa pendidikan pesantren dapat berkembang tanpa meninggalkan akar tradisi keislamannya. Berdiri sejak 1981 atas prakarsa Habib Hasan Baharun, Dalwa kini tumbuh menjadi lingkungan pendidikan yang memadukan kajian keislaman, pendidikan formal, penguasaan bahasa asing, teknologi, kreativitas, hingga kewirausahaan.
Perkembangan tersebut terlihat saat Menteri Agama mengunjungi Dalwa pada 2 Agustus 2026. Ia menilai pesantren ini bukan hanya memiliki fasilitas yang lengkap dan lingkungan belajar yang tertata, tetapi juga berpotensi melahirkan generasi yang mampu menjadi pencerah bagi masyarakat dan bangsa.
Pesan tersebut sejalan dengan pola pendidikan yang diterapkan Dalwa. Aktivitas santri tidak hanya berpusat pada pembelajaran kitab, tetapi juga diarahkan untuk menemukan dan mengembangkan bakat masing-masing. Melalui Lajnah Divisi Kreativitas, para santri mengikuti berbagai lomba dan kegiatan ekstrakurikuler untuk mengidentifikasi kemampuan mereka, mulai dari musik, public speaking, pembawa acara, memasak, hingga keterampilan komputer.
Taman Baca
- kemenag.go.id
Kemampuan bahasa menjadi salah satu ciri yang menonjol. Bahasa Arab digunakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai bahasa utama komunikasi santri. Setelah menguasainya, mereka dapat mengikuti English Area untuk memperkuat bahasa Inggris. Dalwa juga mulai mengembangkan pembelajaran bahasa Mandarin sebagai tambahan kompetensi global.
Sistem pendidikannya disusun berjenjang, dimulai dari kelas persiapan bahasa atau I'dadiyah, kemudian Madrasah Ibtidaiyah, Tsanawiyah, Aliyah, hingga pendidikan tinggi pada jenjang sarjana, magister, dan doktoral. Pembelajaran tersebut menggabungkan tiga unsur kurikulum, yaitu kurikulum kepesantrenan atau salaf, kurikulum nasional, serta kurikulum internal yang disesuaikan dengan karakter pendidikan Dalwa.
Modernisasi juga terlihat dari fasilitasnya. Ruang kelas multimedia, laboratorium komputer, perpustakaan dengan katalog digital OPAC, serta taman baca yang dilengkapi Digital Smart Board menjadi bagian dari lingkungan belajar santri.
Menariknya, Dalwa juga membangun sejumlah unit usaha seperti pusat perbelanjaan, butik, optik, poliklinik, koperasi, percetakan, dan kafe. Kehadiran unit-unit tersebut bukan sekadar pendukung operasional pesantren, tetapi juga menjadi ruang praktik bagi santri untuk mengenal manajemen dan kewirausahaan.
Puncak kunjungan Menteri Agama berlangsung dalam acara Malam Cinta Pesantren. Ribuan santri dari berbagai daerah tampil membawa keberagaman budaya Nusantara melalui lagu-lagu daerah.