Kisah Nabi Muhammad dan Nabi Yusuf Menghadapi Kemarau Panjang, Pelajaran Iman dan Ikhtiar Saat Krisis Kekeringan

Ilustrasi Kemarau Panjang
Sumber :
  • pixabay

Jakarta, WISATA – Musim kemarau yang berkepanjangan sering kali membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat. Berkurangnya ketersediaan air bersih, gagal panen, hingga ancaman krisis pangan menjadi persoalan yang telah dialami manusia sejak ribuan tahun lalu. Dalam sejarah Islam, terdapat sejumlah kisah yang menunjukkan bagaimana umat menghadapi bencana kekeringan melalui doa, ikhtiar, dan perencanaan yang bijaksana.

img_title Kisah di Balik Peron Tawang: Kehangatan Pekerja, Gurihnya Kuliner, dan Bisikan Misteri Kolonial

Salah satu kisah tersebut terjadi di Kota Makkah ketika Nabi Muhammad SAW masih berusia belia. Saat itu, wilayah Makkah dilanda kemarau panjang sehingga masyarakat mengalami kesulitan akibat minimnya curah hujan. Para pemuka Quraisy kemudian bermusyawarah untuk mencari jalan keluar dan memutuskan menemui Abu Thalib, paman Nabi Muhammad SAW, agar memohon pertolongan kepada Allah.

Menurut riwayat yang dikutip dalam Tarikh Madinah Dimasyqi karya Ibnu Asakir dan juga disebutkan dalam Ar-Rahiq Al-Makhtum karya Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri, Abu Thalib membawa Muhammad kecil ke sekitar Ka'bah. Di tempat suci tersebut, ia menyandarkan punggung keponakannya ke dinding Ka'bah sambil memanjatkan doa. Tidak lama kemudian, awan mulai berkumpul dan hujan turun dengan deras, mengakhiri kemarau yang melanda Makkah.

img_title Kisah Inspiratif Prof. Jamari: Ubah Ilmu Gesekan Jadi Implan Panggul Lokal yang Ramah Salat

Peristiwa tersebut menjadi pengingat agar umat Islam senantiasa memohon pertolongan kepada Allah ketika menghadapi kesulitan, termasuk saat bencana kekeringan melanda.

Peristiwa serupa juga terjadi setelah Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi rasul. Ketika Makkah kembali mengalami musim kering, masyarakat datang meminta beliau berdoa. Dalam riwayat Imam Bukhari yang turut dikutip Ibnu Katsir dalam Al-Bidayah wan Nihayah, Rasulullah SAW mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, "Ya Allah, turunkan hujan untuk kami," yang diucapkan sebanyak tiga kali. Doa tersebut menjadi contoh pelaksanaan salat istisqa atau permohonan hujan yang dikenal dalam syariat Islam.

img_title Kisah Inspiratif Wisuda UNDIP ke-183: Perjuangan Putri Penjual Kue Tenongan Semarang Meraih Gelar Sarjana

Selain kisah Nabi Muhammad SAW, Al-Qur'an juga memuat pelajaran penting tentang menghadapi kemarau melalui kisah Nabi Yusuf AS. Cerita ini bermula dari mimpi Raja Mesir, ar-Rayyan bin al-Walid, yang dikisahkan dalam Surah Yusuf ayat 43–49. Raja bermimpi melihat tujuh sapi gemuk dimakan tujuh sapi kurus, serta tujuh bulir gandum hijau dan tujuh bulir yang kering.

Halaman Selanjutnya
img_title