Ketua PP ‘Aisyiyah: Ketakwaan adalah Proses Seumur Hidup, Ini Empat Pilar Pembentuk Karakter Muslim
- pixabay
Jakarta, WISATA – Ketua Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Evi Sofia Inayati, mengajak umat Islam memaknai ketakwaan sebagai proses pembentukan karakter yang berlangsung sepanjang hayat. Hal itu disampaikannya dalam Pengajian Ahad Pagi Kliwon di Masjid Al-Musannif Tabligh Institute Muhammadiyah Yogyakarta, Minggu (12/7).
Menurut Evi, seluruh ibadah yang dijalankan seorang muslim sejatinya bertujuan membentuk pribadi yang bertakwa. Karena itu, ketakwaan bukanlah status yang telah selesai dicapai, melainkan perjalanan hidup yang harus terus diupayakan hingga akhir hayat.
Ia mengutip atsar Sayyidina Ali bin Abi Thalib tentang empat pilar ketakwaan. Pilar pertama adalah al-khauf min al-Jalil, yakni memiliki kesadaran bahwa Allah senantiasa mengawasi setiap perbuatan manusia. Kesadaran tersebut akan melahirkan pengendalian diri, kejujuran, dan sikap amanah, bahkan dalam hal-hal kecil sekalipun.
Pilar kedua, al-'amal bi at-tanzil, adalah menjadikan Al-Qur'an dan sunah sebagai pedoman hidup. Evi menekankan pentingnya peran keluarga dalam menanamkan kecintaan kepada Al-Qur'an sejak dini serta membuka ruang dialog ketika anak mengajukan pertanyaan tentang agama. Menurutnya, nilai-nilai Al-Qur'an tetap relevan untuk menjawab tantangan zaman karena mengajarkan keadilan, kemakmuran, perdamaian, dan penghormatan terhadap martabat manusia.
Ia juga mengingatkan pentingnya keterlibatan ayah dan ibu dalam pengasuhan anak. Di tengah derasnya arus media sosial, kedua orang tua perlu hadir secara emosional agar anak memperoleh pendampingan dan pendidikan karakter yang kuat.
Pilar ketiga adalah al-qana'ah bi al-qalil, yaitu merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah tanpa kehilangan semangat untuk berikhtiar. Evi menegaskan bahwa qanaah bukan berarti pasrah atau malas bekerja, melainkan mampu mengendalikan keinginan di tengah gaya hidup konsumtif.
Sementara pilar keempat, al-isti'dad li yaum ar-rahil, mengajarkan setiap muslim untuk senantiasa mempersiapkan bekal menuju kehidupan akhirat melalui amal saleh dan perbuatan baik.
Menutup kajiannya, Evi menyampaikan bahwa penerapan empat pilar ketakwaan tidak hanya memperkuat spiritualitas, tetapi juga membentuk pribadi yang tangguh, berakhlak mulia, memiliki kesehatan mental yang baik, serta siap menjadi pemimpin yang membawa manfaat bagi keluarga maupun masyarakat.
Sumber: muhammadiyah.or.id