Universitas Diponegoro Kukuhkan Lima Guru Besar Baru Pembawa Inovasi Masa Depan

UNDIP Kukuhkan 5 Guru Besar Baru
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Menyusuri kawasan perbukitan Tembalang di Kota Semarang, Sobat Wisata Viva tidak hanya akan disuguhi oleh pemandangan lanskap kota dari ketinggian dan segarnya udara khas dataran tinggi, melainkan juga aura intelektual yang kental dari salah satu kampus terbaik di Indonesia. Universitas Diponegoro, atau yang akrab disingkat UNDIP, kembali mencatatkan momentum bersejarah dalam penguatan ekosistem akademisnya. Bertempat di Gedung Prof. Sudarto SH yang megah, kampus koridor atas ini menggelar upacara megah untuk mengukuhkan lima cendekiawan terbaiknya menjadi guru besar baru yang siap memberikan sumbangsih nyata bagi pembangunan peradaban bangsa.

img_title Kisah Inspiratif Wisuda UNDIP ke-183: Perjuangan Putri Penjual Kue Tenongan Semarang Meraih Gelar Sarjana

Acara pengukuhan yang khidmat ini dipimpin langsung oleh Rektor UNDIP, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Kelima profesor baru yang dilantik berasal dari lintas disiplin ilmu, mulai dari Fakultas Teknik, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, hingga Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Mereka bukan sekadar meraih gelar akademik tertinggi, melainkan membawa deretan hasil riset aplikatif yang sejalan dengan semangat sustainable lifestyle yang sedang digalakkan di lingkungan kampus lewat gerakan UNDIP Rumah Kita, taman edukasi Diponegoro Edu Park, hingga program UNDIP Zero Waste.

Lompatan Teknologi Manufaktur Hijau dan Keandalan Mesin Otomotif

img_title Kopi Khas Desa Wisata Tamansari, Lima Racikan Ijen dan Telemung yang Kini Berstatus Indikasi Geografis

Mimbar pidato ilmiah dibuka dengan pemaparan gemilang dari ranah teknik mesin oleh Prof. Dr. Ir. Budi Setiyana, M.T. Ia menghadirkan solusi konkret untuk mengatasi keausan dini pada komponen bantalan mesin poros rotor melalui rekayasa permukaan kontak fisik dan lapisan kimiawi hidrofobik. Dengan menerapkan formulasi canggih Fluid-Structure Interaction atau FSI berbasis struktur elasto-hydrodynamic, inovasi pelapis ini terbukti secara ilmiah mampu mereduksi tingkat kebisingan sebesar 5,5 persen, mendongkrak daya dukung beban hingga 40 persen, serta menekan gaya gesek mekanis sebanyak 8,6 persen.

Masih dari rumpun teknik, Prof. Dr. Eng. Ir. Gunawan Dwi Haryadi, S.T., M.T., IPU., memperkenalkan kehebatan teknologi Friction Stir Welding atau FSW sebagai pilar utama manufaktur hijau untuk masa depan transportasi ramah lingkungan. Guna menggantikan material baja karbon konvensional pada bus dan kendaraan listrik yang berat serta rentan korosi, ia memadukan material aluminium dengan teknik pengelasan FSW pada kecepatan optimal 1400 rpm. Pengelasan fase padat tanpa mencairkan logam ini menghasilkan sambungan rangka yang jauh lebih rapat, kuat, dan aman bagi keselamatan penumpang, yang ke depannya akan diintegrasikan dengan kecerdasan buatan dan ekosistem otomatisasi Welding 4.0.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Menelusuri Jejak Sang Panglima Besar: Menyelami Kisah Perjuangan dan Heroisme di Museum Jenderal Soedirman Purwokerto