Revolusi Biru Tambak Udang Vaname: Inovasi Pakan Dipo-SpiruTech Garapan Peneliti UNDIP yang Ampuh Pangkas Angka Kematian

UNDIP Kembangkan Dipo-SpiruTech, Inovasi Pakan Fungsional Berbasis Spirulina
Sumber :
  • UNDIP.ac.id

Semarang, WISATA - Indonesia sebagai salah satu negara maritim terbesar di dunia selalu menyimpan pesona wisata pesisir yang luar biasa indah. Sepanjang garis pantai Nusantara, Sobat Wisata Viva pasti kerap menyaksikan hamparan tambak-tambak udang yang dikelola secara profesional oleh masyarakat lokal maupun pelaku industri skala besar. Di balik hamparan air payau tersebut, komoditas udang vaname atau Litopenaeus vannamei menjadi primadona ekspor yang memberikan kontribusi ekonomi sangat besar bagi negara. Namun, di balik potensi ekonominya yang menggiurkan, para petambak lokal saat ini sedang berjuang keras melawan ancaman perubahan iklim global yang memicu tingginya angka kematian udang di sistem budidaya intensif.

img_title "Kalau Karaktermu Hilang, You Lose Everything": Pesan Mentan Amran untuk Mahasiswa Baru UNDIP

Menjawab tantangan krusial tersebut, sebuah kabar membanggakan datang dari dunia akademisi dalam negeri. Tim peneliti lintas disiplin ilmu dari Departemen Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan yang disingkat FPIK Universitas Diponegoro berhasil mengembangkan sebuah formula pakan fungsional mutakhir bernama Dipo-SpiruTech. Inovasi berbahan dasar mikroalga lokal ini dirancang khusus untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh udang vaname dari dalam, sehingga mereka mampu bertahan hidup menghadapi cekaman lingkungan yang ekstrem tanpa perlu bergantung pada bahan baku pakan impor yang mahal.

Solusi Pakan Berbasis Mikroalga untuk Melawan Wabah Penyakit Global

img_title Berkat Cahaya Surya, Mahasiswa UNDIP Bantu Petani Cabai Temanggung Usir Hama Tanpa Pestisida

Langkah berani hilirisasi riset tingkat tinggi ini dipimpin langsung oleh Dr. Diana Chilmawati, S.Pi., M.Si., bersama jajaran profesor dan ahli ekologi perikanan terkemuka dari kampus UNDIP Semarang. Proyek riset yang dijalankan sepanjang tahun 2026 ini berfokus pada validasi teknologi dari level 6 menuju level 7, yang artinya formula pakan sudah diuji coba secara operasional langsung di lapangan pada tambak budidaya intensif milik mitra industri, yaitu PT. Ghana Utamadi Dhuniara. Kehadiran formula Dipo-SpiruTech ini lahir sebagai respons cepat untuk menekan kerugian finansial petambak akibat serangan penyakit mematikan seperti bakteri Vibrio spp, penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease atau AHPND, serta serangan Infectious Myonecrosis Virus alias IMNV yang sering kali menyapu bersih populasi udang dalam waktu singkat.

Rahasia kehebatan formula pakan fungsional mandiri ini terletak pada pemanfaatan biomassa murni Spirulina platensis berkualitas premium yang dipadukan dengan tepung fikosianin hasil riset laboratorium berkelanjutan. Mikroalga jenis ini diekstraksi menggunakan teknologi pencucian sel canggih yang telah terdaftar patennya secara resmi. Nutrisi super yang terkandung di dalam sel mikroalga ini bekerja aktif merangsang parameter fisiologis dan sistem pertahanan imun alami udang, yang diukur secara ilmiah melalui indikator Total Hemocyte Count atau THC serta aktivitas phenoloxidase pada jaringan tubuh udang vaname.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title Bukan Generasi Stroberi, UNDIP Ajak 16.267 Mahasiswa Baru Jadi Generasi TEMCY yang Tangguh